Thursday, August 13, 2026
HomeBisnisPentingnya Rehabilitasi Mangrove untuk Produktivitas Perikanan

Pentingnya Rehabilitasi Mangrove untuk Produktivitas Perikanan

- Advertisement -
- Advertisement -

Menteri Kelautan dan Perikanan Mendorong Rehabilitasi Mangrove untuk Jaga Ketahanan Pangan

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan pentingnya rehabilitasi mangrove dalam menjaga produktivitas sektor perikanan dan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, kegiatan rehabilitasi mangrove tidak hanya sebatas penanaman, melainkan harus berbasis kesesuaian ekologis untuk memulihkan fungsi ekosistem secara menyeluruh.

Peringatan Hari Mangrove Sedunia di Denpasar, Bali

Menteri Trenggono menyampaikan pandangannya dalam acara puncak peringatan Hari Mangrove Sedunia yang diadakan Kementerian Lingkungan Hidup di Denpasar, Bali. Di acara tersebut, dilakukan penanaman mangrove di kawasan Ekowisata Batu Lumbang, Denpasar. Trenggono menekankan bahwa kebutuhan akan sumber protein akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi global yang diproyeksikan mencapai 9,66 miliar jiwa pada tahun 2050, termasuk 320,7 juta penduduk Indonesia.

Indonesia memiliki peran strategis sebagai produsen perikanan utama dengan 23 persen ekosistem mangrove dunia. Namun, data KKP mengungkapkan bahwa Indonesia telah kehilangan 40 persen kawasan mangrove dalam tiga dekade terakhir, dengan laju kerusakan mencapai 52 ribu hektar per tahun. Sekitar 19,26 persen ekosistem mangrove di Indonesia saat ini berada dalam kondisi kritis.

Tujuan dan Langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan

KKP menargetkan perluasan kawasan konservasi laut hingga mencapai 97,5 juta hektar pada tahun 2045, yang mencakup ekosistem mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Langkah ini diambil untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan produktivitas perikanan tangkap. Selain itu, KKP juga menggabungkan rehabilitasi mangrove dengan pengembangan kawasan budi daya perikanan, seperti program revitalisasi tambak kurang produktif di Pantai Utara Jawa seluas 14 ribu hektar.

Program-program ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem pesisir, meningkatkan produksi perikanan, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung ketahanan pangan negara. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan Indonesia dapat memperkuat sektor perikanan dan menjaga ketahanan pangan nasional.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer