Wednesday, August 12, 2026
HomeFinansialPenurunan Nilai Rupiah Akibat Kenaikan Harga Minyak Mentah

Penurunan Nilai Rupiah Akibat Kenaikan Harga Minyak Mentah

- Advertisement -
- Advertisement -

Rupiah Melemah Akibat Kenaikan Harga Minyak Mentah

Pagi ini, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.900–Rp18.025 per dolar AS. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik yang masih menopang permintaan terhadap aset safe haven.

Rupiah Melemah 43 Poin Menjadi Rp17.979 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah pada Jumat pagi melemah sebesar 43 poin atau 0,24 persen menjadi Rp17.979 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.936 per dolar AS. Kenaikan harga minyak mentah Brent turut memberikan tekanan terhadap kurs rupiah.

Kepala Ekonom PermataBank, Josua Pardede, mengungkapkan bahwa harga minyak mentah sempat menembus 95 dolar AS per barel, sehingga memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Lonjakan harga minyak tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap risiko twin deficit Indonesia, yang pada akhirnya melemahkan sentimen investor terhadap mata uang domestik.

Ketegangan Geopolitik Picu Sentimen Risk-Off

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga ikut memengaruhi harga minyak, terutama setelah terjadi serangan di dekat Selat Bab el-Mandeb. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap arus perdagangan global dan rantai pasok energi. Selain itu, peningkatan ketidakpastian geopolitik turut memicu sentimen risk-off di pasar keuangan global, mendorong permintaan terhadap dolar AS.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington akan meminta pertanggungjawaban Teheran jika kelompok Houthi Yaman melakukan serangan terhadap kapal-kapal komersial. Pernyataan tersebut menyusul operasi militer yang dilakukan oleh Houthi Yaman yang menargetkan kapal tanker minyak Saudi.

Ketegangan semakin meningkat setelah militer Iran mengancam dapat menyerang fasilitas energi di seluruh wilayah jika serangan AS terhadap infrastruktur Iran terus berlanjut. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bahkan menyatakan telah menyerang pangkalan militer AS di Kuwait dan Yordania, serta sebuah kapal tanker minyak mengalami ledakan di Selat Hormuz.

Situasi ini menambah kekhawatiran akan keamanan di Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak terpenting di dunia, yang dilalui oleh sekitar seperlima konsumsi minyak global.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer