Wednesday, August 12, 2026
HomeBeritaPotensi Karhutla Meningkat di Bantul dan Kulonprogo: Kewaspadan Tinggi

Potensi Karhutla Meningkat di Bantul dan Kulonprogo: Kewaspadan Tinggi

- Advertisement -
- Advertisement -

BMKG Prakirakan Puncak Musim Kemarau DIY di Agustus 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprakirakan bahwa puncak musim kemarau di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan terjadi pada bulan Agustus 2026. Hal ini memicu adanya imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Imbauan dari BNPB dan BPBD DIY

Abdul Muhari, selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengungkapkan bahwa BNPB mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama karhutla, selama musim kemarau.

Menyoroti hal ini, pemerintah daerah di DIY diminta untuk memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla. Tak hanya itu, penting juga untuk memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran.

Selain imbauan kepada pemerintah daerah, masyarakat pun turut diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran di daerah rawan terbakar. Apabila terjadi kebakaran, segera laporkan kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien.

Karhutla di DIY dan Upaya Pencegahan

Di DIY sendiri, kasus karhutla cenderung meningkat terutama di Kabupaten Bantul. Beberapa kejadian terbaru tercatat terjadi di Bukit Putat, Kalurahan Selopamioro, dan Kelurahan Wukirsari pada Minggu (26/7) lalu. Karhutla di kedua wilayah tersebut berhasil memusnahkan sekitar lima hektar di Bukit Putat dan tiga hektar di Wukirsari.

Kristanto Kurniawan, selaku Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul, mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi karhutla. Data mencatat bahwa selama bulan Juni 2026 terjadi delapan kasus karhutla, sedangkan hingga 22 Juli lalu, telah terjadi 17 kasus karhutla.

Selain Bantul, Kabupaten Kulonprogo juga mengalami dua kejadian karhutla di Kecamatan Pengasih pada akhir pekan lalu. Lahan yang terbakar mencapai sekitar satu hektar.

Agar terhindar dari kejadian serupa, masyarakat di Bantul dan Kulonprogo diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta menghindari pembakaran sampah sembarangan. Langkah preventif ini diharapkan dapat mengurangi risiko karhutla di masa mendatang.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer