Wednesday, August 12, 2026
HomeBursaPeluang Volatilitas IHSG: FOMC The Fed Perlu Dicermati

Peluang Volatilitas IHSG: FOMC The Fed Perlu Dicermati

- Advertisement -
- Advertisement -

IHSG Berpotensi Bergerak Volatil Seiring Tunggu Hasil Pertemuan The Fed

Pada hari Selasa, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami tekanan jual yang berpotensi menjadikannya bergerak volatil. Pelaku pasar tampak hati-hati menantikan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed. IHSG dibuka melemah 10.58 poin atau 0.17 persen menjadi 6,175.20. Kelompok saham unggulan Indeks LQ45 juga turun 2.03 poin atau 0.33 persen menjadi 610.53.

Proyeksi Pergerakan IHSG

Jika tekanan jual terus berlanjut, IHSG berpotensi menguji area support di angka 6,159-6,144, kemudian turun ke 6,130 dan 6,119. Jika kedua level support tersebut ditembus, koreksi lebih lanjut dapat terjadi di level 5,931. Sebaliknya, jika IHSG mampu rebound, maka pergerakan naik bisa mengarah ke area resistance di angka 6,219-6,219, lalu menuju 6,315. Breakout di atas level resistance tersebut akan membuka peluang penguatan menuju 6,394.

Sentimen dan Faktor Penggerak Pasar

Dari mancanegara, pasar saham sedang menantikan hasil pertemuan FOMC The Fed yang dijadwalkan pada Rabu waktu AS. Investor mencari petunjuk mengenai prospek kebijakan moneter The Fed untuk sisa tahun ini. Sentimen pasar cenderung berhati-hati meskipun harga minyak mentah telah mereda dan musim laporan keuangan emiten teknologi besar dimulai.

Dari dalam negeri, terkait proses transisi kepemimpinan Bank Indonesia (BI) menjadi sorotan setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri. Proses seleksi gubernur BI baru akan dilakukan berdasarkan mekanisme UU BI untuk memastikan kesinambungan kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan.

Pada perdagangan sebelumnya, bursa Eropa menguat sementara Wall Street bergerak variatif. Bursa saham Asia pagi ini juga bergerak mixed, di mana Nikkei melemah, Shanghai turun, Hang Seng naik, Kospi dan Strait Times melemah.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer