Indonesia Terbitkan Panda Bonds Senilai 7 Miliar Yuan
Penerbitan Panda Bonds senilai 7 miliar yuan (1 yuan = Rp2.660) oleh Indonesia telah memperluas diversifikasi sumber pembiayaan pemerintah. Menurut Irman Faiz, lead economist Bank Danamon Indonesia, penerbitan ini memberikan keuntungan dari sisi pasar dan investor.
Peningkatan Keberagaman Sumber Pembiayaan
Pada 23 Juli lalu, Pemerintah Indonesia berhasil meraup pembiayaan baru sebesar 7 miliar yuan atau sekitar 1,033 miliar dolar AS dari penerbitan perdana surat utang negara berdenominasi Yuan, Panda Bonds. Menurut Bank of China sebagai lead underwriter dan lead bookrunner, hal ini membuktikan daya tarik pasar keuangan China terhadap pembiayaan internasional.
Irman menjelaskan bahwa penerbitan Panda Bonds adalah langkah strategis untuk meningkatkan tingkat keberagaman sumber pembiayaan Indonesia. Akses ke pasar obligasi domestik China memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola kebutuhan pembiayaan, terutama menghadapi volatilitas luar negeri.
Kerja Sama Pasar Keuangan Indonesia dan China
Penerbitan Panda Bonds juga memperdalam integrasi pasar keuangan Indonesia dan China. Hal ini dilakukan dengan memperluas basis investor, meningkatkan akses ke likuiditas renminbi, serta mendukung penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral.
Menurut Irman, keberhasilan penerbitan perdana ini dapat menjadi modal awal bagi Indonesia untuk membangun kehadiran di pasar obligasi China Daratan. Namun, dia menekankan pentingnya agar frekuensi penerbitan obligasi valas pemerintah tetap didasarkan pada kebutuhan pembiayaan dan efisiensi biaya, bukan semata-mata karena tingginya permintaan investor.
Detail Penerbitan Panda Bonds
Panda Bonds yang diterbitkan terdiri atas dua tenor, yaitu tenor tiga tahun dengan nominal penerbitan 5,6 miliar yuan China, dan tenor lima tahun sebesar 1,4 miliar yuan China. Kedua obligasi ini dirilis dengan kupon masing-masing 1,9 persen untuk tenor tiga tahun, dan 2,19 persen untuk tenor lima tahun.
Panda Bonds tersebut juga telah memperoleh peringkat AAA (Stable) dari China Lianhe Credit Rating Co., Ltd. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan RI menyebut penerbitan Panda Bonds perdana ini mendapat sambutan positif dari investor domestik China, tercermin dari rasio jumlah penawaran yang masuk terhadap penyerapan yang sebesar 2,4 kali dan nilai tertinggi orderbook yang mencapai sekitar 17 miliar yuan.


