Pemerintah Irak Selidiki Serangan Drone di Kilang Minyak Arab Saudi
Juru bicara Panglima Militer Irak, Sabah al-Nauman, mengungkapkan bahwa saat ini Pemerintah Irak sedang melakukan penyelidikan terkait upaya serangan pesawat nirawak (drone) terhadap sejumlah fasilitas minyak di Arab Saudi. Hal ini dilakukan untuk menindak tegas pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi telah menuduh kelompok pro-Iran di Irak sebagai pelaku dari serangan yang menargetkan fasilitas minyak di Provinsi Riyadh dan Provinsi Syarqiyah (Eastern Province) menggunakan drone.
Penegakan Hukum Terhadap Pelaku
Sabah al-Nauman menegaskan bahwa Pemerintah Irak akan mengambil tindakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam serangan tersebut. Irak juga memastikan komitmennya pada prinsip kehidupan bertetangga yang baik dan tidak akan membiarkan wilayahnya digunakan sebagai jalur atau basis untuk agresi terhadap negara-negara sahabat.
“Pemerintah Irak tidak akan mentolerir upaya apapun yang dapat merusak hubungan dengan Arab Saudi. Kami akan terus bertindak untuk menjaga keamanan negara tersebut serta memperkuat kedaulatannya,” kata al-Nauman.
Respons Kuwait dan Arab Saudi
Sebelumnya, Kuwait juga menuduh Irak beberapa kali berupaya melancarkan serangan melalui wilayahnya. Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya telah berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah drone yang diluncurkan dari wilayah Irak dan menyasar fasilitas minyak di Arab Saudi.
“Arab Saudi berhak untuk membela diri, wilayahnya, dan infrastruktur penting. Kami memiliki hak untuk merespons serangan pada waktu dan tempat yang tepat,” ungkap kementerian tersebut. (Ant/P-3)


