Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Dibuka Tutup Akibat Cuaca Buruk
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menerapkan mekanisme buka tutup operasional penyeberangan Ketapang-Gilimanuk karena kondisi cuaca buruk. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi tinggi gelombang dan kecepatan angin di Selat Bali yang terus berubah.
Penyesuaian Operasional untuk Menjaga Keselamatan
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, menjelaskan bahwa penyesuaian operasional ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap pelayaran berlangsung dengan standar keselamatan yang tinggi.
“Operasional penyeberangan sangat dipengaruhi oleh cuaca maritim, sehingga perubahan secara mendadak bisa terjadi. Kecepatan angin dan ketinggian gelombang yang berubah-ubah membuat layanan penyeberangan harus dibuka dan ditutup sesuai dengan pengamatan di lapangan dan rekomendasi otoritas,” ujar Arief.
Pada Rabu (29/7), operasional penyeberangan sempat tertunda sebelum akhirnya dibuka kembali karena cuaca membaik. Arief menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama, sehingga penyesuaian operasional dilakukan untuk mengurangi risiko ketika kondisi cuaca belum memenuhi standar keselamatan pelayaran.
Penyiapan Armada Tambahan
Hingga saat ini, kondisi antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang masih terkendali, namun mulai tampak kepadatan di akses menuju pelabuhan. ASDP terus berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti BMKG, KSOP Kelas III Tanjung Wangi, dan kepolisian untuk meminimalkan dampak terhadap pengguna jasa.
Armada tambahan juga disiapkan untuk mengurai antrean kendaraan begitu kondisi cuaca membaik dan pelayaran dapat dilanjutkan dengan aman. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk dapat berjalan lancar meskipun terjadi fluktuasi cuaca yang tidak menentu.


