Pemkot Jakarta Timur Pilih Sekolah Percontohan Pengembangan Urban Farming
Pemerintah Kota Jakarta Timur akan memilih satu sekolah di setiap kecamatan sebagai lokasi percontohan pengembangan pertanian perkotaan (urban farming) guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekolah sebagai sarana pembelajaran, budidaya pangan, dan peningkatan kepedulian terhadap lingkungan.
Optimalkan Pemanfaatan Lahan Sekolah
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah untuk mendorong pemanfaatan lahan di lingkungan pendidikan sebagai ruang kegiatan produktif bagi peserta didik. Sekolah yang terpilih akan menjadi contoh pemanfaatan lahan sekolah untuk kegiatan pertanian, perikanan, dan pengolahan hasil.
Menurut Taufik, pihaknya telah melakukan inventarisasi terhadap sekolah-sekolah yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lokasi urban farming. Inventarisasi ini bertujuan untuk melihat potensi dan kebutuhan masing-masing sekolah sebelum ditetapkan sebagai lokasi percontohan.
Menyediakan Kontribusi Positif
Melalui kegiatan urban farming, peserta didik dapat belajar secara langsung memanfaatkan lahan, melakukan budidaya, mengenal proses produksi pangan, hingga memahami pengelolaan hasil. Program ini juga diharapkan dapat mendorong kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar mereka.
Selain itu, untuk memastikan program ini berjalan dengan baik, Sudin KPKP Jakarta Timur telah menghimpun masukan dari berbagai sekolah terkait teknologi budidaya, pemasaran hasil, dan penguatan kapasitas guru dan siswa. Hal ini menjadi dasar dalam menyiapkan pola pendampingan bagi sekolah agar program ini dapat terus berkembang sesuai dengan kebutuhan.
Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan pengembangan urban farming di Jakarta Timur dapat menjadi kegiatan yang memberikan manfaat yang baik bagi pendidikan dan lingkungan sekitar. Antusiasme yang tinggi dari sekolah menjadi modal awal yang positif untuk menjalankan program ini dengan sukses.


