Minat Perusahaan dalam Pasar Modal Tetap Meningkat
Meskipun kondisi pasar global masih penuh tantangan, minat perusahaan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan tetap tinggi. Menanggapi hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis dengan prospek penghimpunan dana di pasar modal hingga akhir tahun 2026 yang tetap positif.
Prospek Pasar Modal Hingga Akhir Tahun 2026
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa meskipun kondisi pasar global masih sulit, minat perusahaan tetap berkembang. Tercatat bahwa per tanggal 20 Juli 2026, terdapat tiga proses initial public offering (IPO), dua proses penawaran umum terbatas (PUT) dengan nilai emisi mencapai Rp6,73 triliun, dan empat proses obligasi dan sukuk senilai maksimal Rp5,25 triliun.
OJK menargetkan penghimpunan dana keseluruhan di pasar modal pada tahun 2026 sebesar Rp250 triliun. Hingga 30 Juni 2026, total nilai dana yang terkumpul mencapai Rp125,7 triliun.
Peran OJK dalam Peningkatan Kualitas Pasar Modal
Selain mengejar target penghimpunan dana, OJK juga fokus pada peningkatan kualitas pasar modal secara menyeluruh. Hasan menjelaskan bahwa reformasi pasar modal yang dilakukan bertujuan memperkuat fondasi pasar melalui kualitas emiten yang lebih baik, likuiditas yang kuat, transparansi yang tinggi, tata kelola yang kokoh, serta penegakan hukum yang tegas.
Hasan berharap reformasi tersebut dapat meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun asing, menjadikan pasar modal Indonesia lebih kredibel dan kompetitif sebagai sumber pembiayaan jangka panjang. Dengan dasar yang kuat, OJK yakin bahwa penghimpunan dana melalui pasar modal Indonesia akan terus tumbuh dan berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.
Copyright © ANTARA 2026


