Thursday, August 13, 2026
HomeBisnisAPTRI Mendukung Pabrik Gula Rafinasi dengan Kebun Tebu Sendiri

APTRI Mendukung Pabrik Gula Rafinasi dengan Kebun Tebu Sendiri

- Advertisement -
- Advertisement -






Dukungan APTRI untuk Kebijakan Pabrik Gula Rafinasi Bangun Kebun Tebu Sendiri

Dukungan APTRI untuk Kebijakan Pabrik Gula Rafinasi Bangun Kebun Tebu Sendiri

Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), HM Arum Sabil, memberikan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah yang mewajibkan seluruh pabrik gula rafinasi membangun kebun tebu sendiri. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk memperkuat pasokan bahan baku dan mempercepat swasembada gula nasional.

Penguatan Sektor Pergulaan

Arum menyatakan bahwa pabrik gula rafinasi harus menjadi bagian integral dari rantai pasok pergulaan nasional dengan turut serta dalam pembangunan kebun tebu, memperluas kemitraan dengan petani, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat fondasi swasembada gula Indonesia. Dia menekankan perlunya penguatan sektor pergulaan secara menyeluruh dengan melibatkan semua pelaku industri, termasuk melalui pembangunan kebun tebu oleh pabrik gula rafinasi.

Peningkatan Produksi Gula

Peningkatan produktivitas dan perluasan areal kebun tebu telah menunjukkan hasil positif. Diperkirakan luas areal tebu nasional akan meningkat menjadi 576.537,70 hektare pada 2026, dengan produktivitas naik dari 69,35 ton per hektare menjadi 70,87 ton per hektare. Sebagai akibatnya, produksi Gula Kristal Putih (GKP) nasional diestimasi mencapai sekitar 3,044 juta ton pada tahun 2026, yang melebihi kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Untuk memenuhi kebutuhan gula industri makanan dan minuman, diperlukan sekitar 3,8–3,9 juta ton per tahun. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong hilirisasi industri gula untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku.

Peran Kementerian Pertanian

Kementerian Pertanian terus mempercepat program strategis seperti peremajaan kebun tebu, peningkatan produktivitas melalui benih unggul, mekanisasi budidaya, penyediaan pupuk, pembangunan infrastruktur, dan revitalisasi pabrik gula. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya penguatan sektor hulu dalam mencapai swasembada gula. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, petani, BUMN, dan industri diperlukan untuk menciptakan industri gula nasional yang kuat, efisien, dan berdaya saing.

Di masa depan, diharapkan industri gula Indonesia dapat menjadi mandiri dalam pasokan bahan baku dan mengurangi ketergantungan pada impor. Dukungan dari berbagai pihak serta implementasi kebijakan yang tepat menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan tujuan tersebut.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer