China Tertarik Investasi di Sektor Hortikultura Indonesia
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa China sebagai mitra dagang tradisional menunjukkan minat dalam meningkatkan nilai tambah komoditas hortikultura Indonesia. Hal ini dianggap sebagai peluang bagi pemerintah untuk memperbesar neraca ekspor.
Investasi China di Sektor Hortikultura
Dalam pertemuan antara Kementerian Perdagangan dan delegasi bisnis Tiongkok, Budi Santoso mengungkapkan bahwa pebisnis China berencana untuk berinvestasi di sektor hortikultura Indonesia. Investasi tersebut akan difokuskan pada pengembangan rantai pasok komoditas hortikultura premium seperti durian, alpukat, manggis, dan buah naga merah.
Selain itu, investasi juga akan mencakup pembangunan sistem pengadaan langsung, peningkatan fasilitas pre-cooling, penyortiran, dan optimalisasi gudang pendingin. Hal ini diharapkan dapat membantu menyerap hasil produksi melimpah Indonesia melalui ekspor.
Kemitraan Jangka Panjang
Partner Management ONC Lawyers, Sherman Yan, selaku perwakilan delegasi bisnis Tiongkok, menyatakan bahwa delegasi tersebut hadir dengan tujuan membangun kemitraan jangka panjang yang sejalan dengan prioritas pembangunan ekonomi Indonesia. Selain berinvestasi, pelaku usaha Tiongkok juga berencana untuk mendukung pengembangan UMKM, transfer teknologi, dan peningkatan nilai tambah produk Indonesia agar lebih kompetitif di pasar internasional.
Budi menegaskan bahwa pemerintah siap membantu memfasilitasi rencana investasi tersebut, termasuk dalam menghubungkan investor dengan mitra usaha yang sesuai. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan sektor hortikultura Indonesia dapat terus berkembang dan bersaing di pasar global.


