Kementerian UMKM Fasilitasi Pengusaha Kopi Terdampak Bencana di Sumatera Utara
Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sedang memfasilitasi tujuh pengusaha UMKM kopi yang terdampak bencana di Sumatera Utara untuk berpartisipasi dalam Indonesia Coffee Expo (ICX) Medan 2026. Langkah ini dilakukan guna mempercepat pemulihan usaha melalui pembukaan akses pasar.
Kesempatan Pemulihan Usaha
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menyatakan bahwa keikutsertaan para pengusaha tersebut merupakan bagian dari Program UMKM Bangkit yang bertujuan untuk mendukung pemulihan usaha setelah bencana. Fokus utama program ini adalah pada penguatan akses pasar, kemitraan, dan daya saing produk.
Bagus mengungkapkan bahwa kehadiran para pengusaha kopi dalam ajang ini memberikan kesempatan untuk memperkenalkan kembali produk mereka kepada calon pembeli, mitra bisnis, serta pengusaha UMKM kopi dari seluruh Indonesia. Industri kopi dianggap sebagai sektor strategis yang mampu menciptakan peluang usaha di berbagai mata rantai, mulai dari budidaya hingga industri hilir seperti roastery dan kedai kopi.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Penguatan sektor kopi tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM, tetapi juga membantu memperkuat ekosistem ekonomi di daerah. Kementerian UMKM berharap dengan adanya ICX, lebih banyak pengusaha kopi dapat memperluas jaringan usaha, meningkatkan kualitas produk, dan membuka peluang pasar yang lebih luas. Hal ini diharapkan dapat membantu para pengusaha UMKM yang terdampak bencana agar bangkit, tumbuh lebih kuat, dan semakin berdaya saing.
Menurut Bagus, pemulihan UMKM tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat saja, tetapi harus diteruskan dengan upaya yang mampu menghidupkan kembali aktivitas usaha secara berkelanjutan.
Pameran dan Program Pengembangan Kapasitas
Indonesia Coffee Expo (ICX) Medan 2026 di Tiara Convention Center, Medan, diikuti oleh 54 peserta yang terdiri dari berbagai pelaku UMKM, petani kopi, roastery, coffee shop, penyedia mesin dan peralatan kopi, serta pelaku usaha pendukung lainnya. Pameran tersebut juga menawarkan program pengembangan kapasitas seperti Local Farmer Access Program, Coffee Cupping, dan Indonesia Brewers Cup (IBRC) Regional 3.


