Militer Iran Tuduh AS Meningkatkan Ketegangan di Timur Tengah
Militer Iran menuding Amerika Serikat (AS) terus meningkatkan ketegangan di Timur Tengah di tengah konflik yang masih berlangsung. Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Komando Pusat Militer Iran, Ali Abdollahi, pada Sabtu (1/8).
Peringatan terhadap Negara-negara di Kawasan
Ali Abdollahi juga memperingatkan negara-negara di kawasan agar tidak memberikan dukungan kepada Washington dalam konteks eskalasi ketegangan yang terjadi. “Amerika Serikat dengan cepat bergerak menuju eskalasi ketegangan di kawasan,” kata Abdollahi seperti dilansir dari AFP.
Ia juga menekankan bahwa negara mana pun yang bersekongkol dengan Amerika Serikat yang dianggap kriminal dan agresif akan berhadapan dengan konsekuensi perang.
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump memberikan ancaman akan menyerang Iran dengan sangat keras. Media di AS melaporkan bahwa Trump sedang mempertimbangkan serangan baru yang bisa dilakukan paling cepat pada akhir pekan ini, termasuk menyasar infrastruktur energi Iran.
Situasi Konflik Terkini
Pada pekan ini, Iran dan AS kembali terlibat dalam saling serang setelah jeda pertempuran selama beberapa hari. Meskipun begitu, tidak ada laporan mengenai serangan yang terjadi dari Jumat (31/7) hingga Sabtu (1/8).
Konflik di Timur Tengah telah berlangsung sejak 28 Februari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Respons dari pihak Iran tak kalah, dengan melakukan serangan rudal dan drone ke berbagai wilayah di kawasan.


