Wednesday, August 12, 2026
HomeBisnisTips Terbaik BBRMP Maluku: Latih 31 Penyuluh Buat Poligon Lahan

Tips Terbaik BBRMP Maluku: Latih 31 Penyuluh Buat Poligon Lahan

- Advertisement -
- Advertisement -

31 Penyuluh Pertanian di Maluku Dilatih Membuat Poligon Lahan Pertanian dengan Aplikasi Teknologi

Baru-baru ini, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku mengadakan pelatihan bagi 31 penyuluh pertanian di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) untuk menggunakan aplikasi Field Measure Area. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mendukung pendataan dan pemetaan lahan pertanian dengan menggunakan teknologi digital, khususnya di Kecamatan Kairatu.

Peningkatan Akurasi Data Pertanian melalui Aplikasi Field Measure Area

Kepala BBRMP Maluku, Gunawan, menyatakan bahwa penguasaan aplikasi Field Measure Area sangat penting agar penyuluh pertanian bisa menghasilkan data luas lahan yang lebih akurat. Data yang akurat ini nantinya dapat digunakan dalam penyusunan program dan pengambilan kebijakan di sektor pertanian. Peserta pelatihan berasal dari lima Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Maluku, yaitu BPP Seram Barat, Huamual, Taniwel, Taniwel Timur, dan Waesala.

Selain itu, dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi di dalam kelas, tetapi juga langsung melakukan praktik di lapangan. Mereka diajarkan untuk membuat poligon menggunakan aplikasi Field Measure Area guna mengukur dan memetakan lahan pertanian dengan lebih akurat. Diharapkan hasil pemetaan ini bisa mendukung penyusunan data pertanian, perencanaan program, pelaporan, serta pengambilan keputusan di lapangan.

Komitmen BBRMP Maluku untuk Meningkatkan Kapasitas Penyuluh Pertanian

Melalui kegiatan pelatihan ini, BBRMP Maluku menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pendampingan petani. Mereka berharap agar penyuluh pertanian dapat mengaplikasikan keterampilan yang mereka pelajari saat mendampingi petani di wilayah binaan masing-masing.

Dengan demikian, proses pendataan dan pemetaan lahan pertanian dapat dilakukan dengan lebih cepat, akurat, dan berbasis teknologi. Harapan lainnya adalah agar melalui pelatihan ini, transformasi menuju pertanian modern, efisien, dan berbasis teknologi di Provinsi Maluku dapat dipercepat.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer