Ibu Rumah Tangga di Sumedang Melek Keuangan Digital Syariah
Sebuah inisiatif menarik telah dilakukan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) di kawasan Regol Wetan, Sumedang, Jawa Barat. Mereka memberikan edukasi kepada ibu rumah tangga agar lebih melek dalam mengelola keuangan digital berbasis syariah.
Anggota Tim PkM PNJ, Atif Windawati, menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan adalah memberikan edukasi tentang cara menyusun perencanaan keuangan keluarga berbasis prinsip syariah. Mulai dari memisahkan pos kebutuhan dan keinginan, hingga membangun kebiasaan menabung yang konsisten.
Metode Pembelajaran Partisipatif
Tim menggunakan metode Participatory Action Learning (PAL) di mana peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi langsung praktik mencatat arus kas rumah tangga masing-masing. Hal ini bertujuan agar peserta dapat langsung menerapkan ilmu yang didapat tanpa menunggu waktu lama untuk mempraktikkannya.
Menurut Atif Windawati, pencatatan keuangan bukan hanya sekadar kegiatan catat-mencatat, melainkan pondasi agar keluarga bisa lebih tenang dan terarah dalam mengelola rezeki sesuai prinsip syariah. Ia berharap agar kebiasaan mencatat ini dapat dilakukan secara rutin oleh peserta, tidak hanya selama pendampingan berlangsung.
Digitalisasi Perencanaan Keuangan Syariah
Pada kegiatan yang berlangsung di Gedung Sumedang Creative Center, peserta juga mendapatkan edukasi tentang aplikasi pencatatan keuangan digital berbasis situs web yang dikembangkan oleh Tim PkM PNJ. Para peserta terlihat antusias membuat akun dan mencoba mencatat pengeluaran secara langsung.
Selain pendampingan langsung, peserta juga dibekali buku saku berjudul “Buku Pintar Kelola Keuangan Keluarga” yang berisi panduan seputar pengelolaan anggaran rumah tangga, mulai dari mencatat pemasukan-pengeluaran hingga tips menyisihkan dana darurat dan tabungan keluarga.
Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan direplikasi di wilayah-wilayah lain di Sumedang. Tujuannya agar semakin banyak keluarga yang mampu mengelola keuangan secara mandiri dan sesuai prinsip syariah untuk menciptakan “keluarga maslahah” atau keluarga yang sejahtera lahir maupun batin.


