Sunday, August 9, 2026
HomeBeritaPeringatan: Kemarau Maksimal di 32 Daerah Jawa Tengah Bulan Agustus

Peringatan: Kemarau Maksimal di 32 Daerah Jawa Tengah Bulan Agustus

- Advertisement -
- Advertisement -

Warga Jawa Tengah Berjuang Melawan Kekeringan dan Kemarau

Sebagai dampak kemarau panjang, kekeringan di Jawa Tengah menjadi ancaman serius bagi warga. Mereka kesulitan mendapatkan sumber air bersih, sehingga terus mengandalkan bantuan yang disalurkan ke ratusan ribu keluarga di berbagai desa terdampak.

Kesulitan Akses Air Bersih

Menurut Sekretaris Desa Banjardowo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, warga setempat selalu mengalami kesulitan air bersih setiap musim kemarau. Upaya untuk menggali sumur bor sering kali tidak membuahkan hasil, membuat kondisi semakin sulit. Hal serupa diakui oleh Rochmad, warga Desa Pengkoljagong, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora. Mereka terpaksa mencari air bersih hingga ke hutan karena sumur dan mata air di desa mereka mengering.

Bantuan Air Bersih dari Pemerintah

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengungkapkan bahwa kekeringan di Jawa Tengah sudah melanda 24 kabupaten/kota hingga awal Agustus. Bantuan air bersih terus disalurkan ke ratusan ribu warga terdampak. Hingga akhir Juli, sebanyak 5,7 juta liter air bersih telah didistribusikan kepada 184.643 jiwa di 148 desa.

Puncak Kemarau di Jawa Tengah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa pada Agustus ini, sebagian besar wilayah Jawa Tengah akan mengalami puncak musim kemarau. Sebanyak 32 dari 35 daerah di provinsi ini berpotensi dilanda kemarau. Daftar daerah yang berpotensi mengalami kemarau antara lain Kota Tegal, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Banyumas.

Antisipasi Karhutla

Selain masalah kekeringan, kemarau panjang juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah Jawa Tengah. Hingga akhir Juli, sudah terdapat 37 kejadian karhutla di 16 kabupaten/kota, dengan kerugian 42 hektar lahan. Polda Jawa Tengah terus melakukan langkah pencegahan dan memperkuat patroli untuk mengurangi risiko karhutla.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer