Pemerintah Siapkan Langkah Strategis Hadapi Kemarau dengan Optimalisasi Sumur Bor
Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan penggunaan 10.789 sumur bor yang memiliki kapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik.
Infrastruktur Penyediaan Air
Selain sumur bor, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga telah menyiagakan serta mengoptimalkan infrastruktur lainnya seperti bendungan, bendung, embung, dan waduk guna memastikan pasokan air terjaga. Infrastruktur ini diperuntukkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat serta sektor pertanian saat terjadi kekeringan atau kondisi El Nino.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air guna menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim. Kementerian PU terus berkomitmen membangun infrastruktur pengelolaan air untuk menjaga ketersediaan air irigasi pertanian serta memastikan pasokan pangan tetap lancar.
Optimalisasi Infrastruktur
Kementerian PU juga tengah mengatur pola operasi bendungan dan jaringan irigasi agar distribusi air dapat berjalan lebih efisien. Selain itu, pemerintah telah menyiapkan sejumlah peralatan seperti mobile pump, pompa alkon, dan mesin bor untuk merespons kondisi darurat di wilayah yang terdampak kekeringan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanggulangan kekeringan.
Teknologi Irigasi Hemat Air
Di sektor pertanian, Kementerian PU juga mendorong penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) yang dapat mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan pertanian. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan air nasional dalam jangka panjang.
Sejauh ini, Kementerian PU telah memiliki 240 bendungan dengan kapasitas total 7,89 miliar meter kubik serta ratusan situ, danau, dan tampungan air baku lainnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sumber: Okezone.com


