IHSG Menguat Mengikuti Bursa Kawasan Asia dan Global
Pada hari Jumat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kenaikan mengikuti penguatan bursa saham di kawasan Asia dan global. IHSG dibuka dengan kenaikan 33,26 poin atau 0,54 persen ke posisi 6.219,62. Sementara Indeks LQ45 juga mengalami kenaikan sebesar 2,54 poin atau 0,41 persen ke posisi 621,40.
Potensi Penguatan IHSG dan Faktor Pendukungnya
Berdasarkan analisis dari Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, IHSG memiliki peluang untuk terus menguat menuju level 6.244. Jika berhasil melewati level tersebut, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan hingga mencapai level 6.268-6.315. Namun, jika terjadi penurunan di bawah 6.160, IHSG dapat menguji level 6.130 dan bahkan turun hingga 6.080-6.030 sebagai support berikutnya.
Kondisi Global dan Dampaknya Terhadap IHSG
Di pasar global, keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuannya dan ketegangan antara AS dan Iran turut mempengaruhi pergerakan IHSG. Selain itu, data ekonomi AS yang menunjukkan inflasi yang lebih rendah dari yang diperkirakan namun pertumbuhan ekonomi yang melambat juga menjadi perhatian pasar.
Harga komoditas seperti minyak Brent dan emas juga ikut berperan dalam mempengaruhi pergerakan IHSG. Sementara di dalam negeri, dukungan dari Uni Eropa terhadap pengembangan transportasi berkelanjutan di Indonesia juga memberikan dampak positif terhadap pasar saham.
Di sisi lain, keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi sorotan yang berpotensi memengaruhi kondisi fiskal ke depan.
Secara keseluruhan, IHSG tetap menjadi perhatian utama investor dengan berbagai faktor lokal dan global yang turut mempengaruhinya.


