Sunday, August 9, 2026
HomeFinansialKomisi XI: Peluang RI dalam Perpindahan Modal Global

Komisi XI: Peluang RI dalam Perpindahan Modal Global

- Advertisement -
- Advertisement -

Indonesia Siap Menjadi Pusat Finansial Internasional dengan Pembentukan PFII

Percepatan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) didorong oleh momentum global yang membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik perpindahan dana internasional yang saat ini tengah mencari rumah baru. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal, menekankan pentingnya pengambilan langkah cepat dalam pembentukan PFII untuk memanfaatkan dinamika geopolitik dan ekonomi global sebagai momentum menarik arus modal internasional.

Potensi PFII sebagai Pintu Masuk Dana Global dan Penguatan Keuangan Nasional

Hadirnya PFII diharapkan tidak hanya menjadi destinasi investasi baru bagi dana global, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat aktivitas keuangan di kawasan. Hal ini diungkapkan oleh Hekal sebagai bagian dari transformasi besar Indonesia untuk menjadi pusat keuangan global, bukan hanya sebagai pencari modal.

Selain itu, Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, melihat PFII sebagai pelabuhan modal yang dapat memperdalam pasar keuangan domestik dan memperluas sumber pembiayaan jangka panjang bagi pembangunan nasional. Potensi PFII sebagai instrumen untuk menarik dana global, memperdalam pasar keuangan Indonesia, serta mendukung pembiayaan proyek-proyek strategis seperti infrastruktur diapresiasi oleh Pardede.

Langkah Strategis dalam Membangun Kepercayaan Investor

Untuk membangun kepercayaan investor, PFII akan didukung oleh kerangka hukum yang kompetitif di tingkat internasional. Selain itu, berbagai mekanisme penyelesaian sengketa, pengadilan komersial, penggunaan bahasa Inggris dalam kontrak tertentu, dan standar internasional pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme akan diterapkan dalam PFII. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar keuangan global.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer