Persiapan Atlet Tenis Indonesia Menuju Asian Games 2026
Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI) tengah menerapkan strategi training on the road sebagai bagian dari persiapan atlet tenis nasional menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Melalui pola latihan ini, diharapkan kualitas dan pengalaman bertanding atlet dapat meningkat secara signifikan.
Latihan Melalui Turnamen Internasional
Menurut Sekretaris Jenderal PP PELTI, Andi Fajar, latihan melalui rangkaian pertandingan internasional lebih efektif daripada hanya melakukan latihan rutin. Atlet tenis membutuhkan pengalaman pertandingan yang mumpuni, sehingga melalui turnamen, mereka dapat mengasah kemampuan dan mengukur kemampuan bertanding melawan lawan-lawan dari berbagai negara.
Beberapa petenis Indonesia yang tengah dalam persiapan termasuk Janice Tjen, Aldila Sutjiadi, Priska Nugroho, Muhammad Rifqi Fitriadi, Christopher Rungkat, Lucky Candra Kurniawan, Anthony Susanto, dan Muhammad Gunawan Trismuwantara. Mereka aktif berpartisipasi dalam berbagai turnamen internasional untuk terus meningkatkan kemampuan bertanding mereka.
Peluang Indonesia di Asian Games 2026
Pemerintah Indonesia telah mengajukan 10 nama atlet untuk dipersiapkan menuju Asian Games 2026, dengan harapan meraih prestasi gemilang di ajang bergengsi ini. Andi Fajar menyebut bahwa peluang terbesar bagi Indonesia terdapat pada sektor putri, terutama setelah melihat performa Janice dan Aldila yang cukup mengesankan. Mereka diharapkan dapat meraih hasil yang membanggakan untuk Indonesia.
PELTI percaya bahwa program training on the road akan membawa atlet Indonesia ke Asian Games 2026 dalam kondisi yang kompetitif, baik secara fisik maupun mental. Dengan berpartisipasi dalam turnamen internasional, diharapkan para atlet dapat terbiasa bertanding melawan lawan-lawan terbaik sebelum melangkah ke ajang Asian Games.
Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, Indonesia siap bersaing di Asian Games 2026 untuk meraih prestasi gemilang dalam cabang tenis.


