Thursday, August 13, 2026
HomeFinansialCapai Rp170,98 Triliun: Premi Asuransi Industri OJK di Semester I-2026

Capai Rp170,98 Triliun: Premi Asuransi Industri OJK di Semester I-2026

- Advertisement -
- Advertisement -

Industri Asuransi Komersil Raih Premi Rp170,98 Triliun di Semester I-2026

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa akumulasi pendapatan premi industri asuransi komersil mencapai Rp170,98 triliun pada semester I-2026, mengalami pertumbuhan sebesar 2,84 persen year on year (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Pencapaian Premi Asuransi dalam Semester I-2026

Selama semester pertama tahun 2026, industri asuransi komersil berhasil membukukan pendapatan premi yang terdiri dari premi asuransi jiwa sejumlah Rp94,83 triliun dengan pertumbuhan 8,40 persen (yoy) serta premi asuransi umum dan reasuransi sebesar Rp76,15 triliun yang menurun 3,33 persen (yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, menjelaskan bahwa kinerja asuransi komersil menunjukkan pertumbuhan yang positif dalam jumlah akumulasi pendapatan premi selama semester pertama tahun 2026. Dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juli 2026 di Jakarta, Ogi menyampaikan bahwa total aset industri asuransi komersil pada periode tersebut mencapai Rp967,75 triliun.

Profil Aset dan Persentase RBC Industri Asuransi

Selain pendapatan premi, OJK juga mencatat bahwa industri asuransi jiwa dan asuransi umum serta reasuransi secara agregat menunjukkan tingkat Risk Based Capital (RBC) masing-masing sebesar 461,94 persen dan 318,52 persen, melebihi ketentuan threshold sebesar 120 persen.

Dari sisi aset, total aset industri asuransi komersil tumbuh 2,97 persen (yoy) menjadi Rp967,75 triliun. Sementara itu, total aset asuransi non komersil pada semester I-2026 tercatat sebesar Rp216,97 triliun, mengalami penurunan sebesar 2,80 persen (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Perkembangan Aset Dana Pensiun

Untuk industri dana pensiun, total aset mencapai Rp1.680,57 triliun pada semester I-2026, dengan pertumbuhan sebesar 6,47 persen (yoy). Aset program pensiun sukarela mencapai Rp407,33 triliun dengan pertumbuhan 4,06 persen (yoy), sementara aset program pensiun wajib mencapai Rp1.273,24 triliun dengan pertumbuhan 7,26 persen (yoy).

Pada periode yang sama, total aset perusahaan penjaminan mengalami penurunan sebesar 3,05 persen (yoy) menjadi Rp45,83 triliun pada Juni 2026.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer