Wednesday, August 12, 2026
HomeFinansialPrediksi Ekonomi RI 2026: Bank Permata Proyeksikan Pertumbuhan 5,26%

Prediksi Ekonomi RI 2026: Bank Permata Proyeksikan Pertumbuhan 5,26%

- Advertisement -
- Advertisement -

Bank Permata: Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh 5,26 Persen Sepanjang 2026

Sebuah prediksi menarik datang dari ekonom Bank Permata terkait pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2026. Menurut Kepala Departemen Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Permata, Faisal Rachman, diprediksi bahwa pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan tetap kuat pada angka 5,26 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 5,11 persen. Proyeksi ini didasarkan pada beberapa faktor yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

Permintaan Domestik dan Kebijakan Fiskal Ekspansif Menjadi Penopang Utama

Saat ini, permintaan domestik yang kuat dan kebijakan fiskal ekspansif diprediksi akan menjadi faktor utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kebijakan pemerintah yang mempertahankan harga energi bersubsidi di tengah kenaikan harga energi global dinilai mampu menjaga inflasi dan daya beli masyarakat. Meskipun demikian, strategi tersebut mungkin hanya berlaku untuk jangka pendek karena berpotensi membatasi ruang fiskal yang tersedia. Oleh karena itu, pemerintah perlu menemukan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan fiskal.

Ketidakpastian Global sebagai Risiko Utama

Di sisi lain, ketidakpastian global masih menjadi risiko utama yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Faktor seperti perang dagang, ketegangan geopolitik, dan kondisi ekonomi China yang belum pulih sepenuhnya dapat memberikan tekanan terhadap perdagangan dan permintaan ekspor Indonesia. Meskipun begitu, di sisi lain, impor diprediksi akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan domestik, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kontribusi ekspor neto terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di tengah kondisi tersebut, Bank Permata melihat kemungkinan Bank Indonesia akan mengambil langkah-langkah kebijakan yang lebih ketat, termasuk kemungkinan kenaikan BI-Rate guna menjaga stabilitas perekonomian Tanah Air.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer