Menteri PU Fokus pada Penanganan Kekeringan di Berbagai Wilayah Indonesia
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, telah menangani 492 titik kekeringan di seluruh Indonesia hingga 5 Agustus 2026. Tindakan tersebut dilakukan guna memberikan pasokan air untuk sektor pertanian selama musim kemarau.
Prioritas Penanganan Kekeringan
Dari total lokasi yang ditangani, 105 titik berada di lahan persawahan dengan luas penyelamatan mencapai 22.210 hektare. Sementara itu, 387 titik lainnya tersebar di kawasan permukiman dengan layanan air bersih yang mencapai 155.228 jiwa.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa penanganan kekeringan menjadi prioritas karena air memiliki peran penting dalam pembangunan dan produktivitas masyarakat. “Di tengah perubahan yang terus berlangsung dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi utama untuk pembangunan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Penanganan di Berbagai Wilayah
Kementerian PU mencatat bahwa dari total 492 lokasi kekeringan yang ditangani, sebanyak 442 lokasi telah selesai ditangani. Sementara 50 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan.
Pulau Jawa menjadi wilayah dengan penanganan terbanyak, yaitu 305 lokasi. Penanganan tersebut meliputi penyelamatan 12.875 hektare sawah dan penyediaan air bersih bagi 125.540 jiwa. Sedangkan Pulau Sumatra mencatat 31 lokasi penanganan dengan penyelamatan 177 hektare sawah serta layanan air bersih bagi 3.368 jiwa.
Di Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara, Kementerian PU menangani 81 lokasi dengan luas penyelamatan mencapai 801 hektare sawah dan pelayanan untuk 15.900 jiwa. Sementara di Sulawesi terdapat 49 lokasi penanganan dengan penyelamatan 7.799 hektare sawah dan layanan air bersih bagi 7.153 jiwa. Terakhir, di Maluku, Maluku Utara, dan Papua, terdapat 10 lokasi penanganan yang mencakup 618 hektare sawah serta melayani 3.267 jiwa.


