Matcha dan Kafein: Apa Yang Harus Diketahui Ibu Menyusui
Matcha kini menjadi salah satu minuman favorit banyak orang. Rasanya yang khas, kandungan antioksidannya yang tinggi, serta efek menyegarkan dari kafein membuat minuman asal Jepang ini semakin digemari. Namun, bagi ibu menyusui, muncul pertanyaan apakah matcha aman dikonsumsi dan apakah kandungan kafeinnya dapat memengaruhi bayi.
Jawabannya adalah boleh, tetapi dalam jumlah yang wajar. Para ahli menyebutkan bahwa ibu menyusui masih dapat mengonsumsi matcha selama total asupan kafein harian tidak melebihi batas yang direkomendasikan. Hal ini penting karena hampir semua yang dikonsumsi ibu menyusui, termasuk kafein, dapat masuk ke dalam ASI dalam jumlah tertentu dan kemudian dikonsumsi oleh bayi.
Kafein dari Matcha
Ketika ibu mengonsumsi minuman berkafein, sebagian kecil kafein akan terserap ke dalam aliran darah dan diteruskan ke ASI. Meski demikian, jumlah yang masuk ke ASI relatif kecil. Sekitar 1 hingga 1,5 persen dari total kafein yang dikonsumsi ibu akan berpindah ke ASI. Dengan jumlah tersebut, sebagian besar bayi yang sehat umumnya tidak mengalami masalah apabila ibu mengonsumsi kafein dalam batas yang dianjurkan.
Berapa Banyak Matcha yang Aman?
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) serta Academy of Breastfeeding Medicine menyarankan agar ibu menyusui membatasi konsumsi kafein hingga maksimal 300 miligram per hari. Satu hingga dua cangkir matcha per hari umumnya masih dianggap aman bagi sebagian besar ibu menyusui, selama tidak disertai konsumsi minuman berkafein lain dalam jumlah berlebihan.
Matcha mengandung L-theanine yang dapat memperlambat penyerapan kafein sehingga energi yang dihasilkan lebih stabil dibandingkan kopi. Tetap memperhatikan jumlah kafein harian sangat penting bagi ibu menyusui.
Saran untuk Ibu Menyusui
Bagi ibu yang ingin mengonsumsi matcha, disarankan untuk memulai dari setengah hingga satu cangkir per hari. Amati reaksi bayi selama 48 jam pertama dan pastikan tidak ada tanda-tanda sensitifitas terhadap kafein. Selain itu, waktu konsumsi matcha juga perlu diperhatikan, sebaiknya tidak pada malam hari.
Secara umum, matcha boleh dikonsumsi selama tidak berlebihan dan dalam batas jumlah yang wajar. Konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi jika masih ragu mengenai konsumsi kafein selama menyusui.


