Menteri Pertanian Mempersiapkan Kekuatan Cadangan Pangan Hadapi El Nino
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Indonesia telah siap dengan kesiapan pangan yang sangat kuat untuk menghadapi fenomena El Nino tahun 2026. Dengan cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 5,2 juta ton, tidak diperlukan impor untuk memenuhi kebutuhan.
Kesiapan Pangan Indonesia di Tengah Ancaman El Nino
Berdasarkan data BMKG, fenomena El Nino tahun ini dikategorikan kuat bahkan berpotensi menjadi sangat kuat, yang akan memperpanjang musim kemarau dari Agustus hingga September. Namun, pemerintah telah melakukan langkah mitigasi dengan meningkatkan stok cadangan beras yang mencapai 245,4% dibandingkan dengan posisi September 2023 yang hanya 1,52 juta ton.
Strategi dan Langkah Pemerintah
Langkah strategis yang diambil adalah akselerasi penyerapan gabah petani dalam negeri melalui Perum Bulog dengan kebijakan any quality. Hal ini dilakukan untuk melindungi petani dari kerugian akibat penurunan harga atau kendala kualitas saat masa panen di tengah cuaca ekstrem.
Indeks harga yang diterima petani juga mencapai level tertinggi per Juli 2026, menunjukkan peningkatan kesejahteraan petani yang menjadi perhatian Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Stabilitas harga dan kesejahteraan petani menjadi fokus utama pemerintah dalam menghadapi El Nino.
Selain beras, Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk komoditas lain juga diperkuat. Stok jagung, daging ayam ras, gula konsumsi, minyak goreng, telur, dan daging sapi juga mengalami peningkatan yang signifikan, mayoritas bersumber dari produksi dalam negeri.
Dengan persiapan yang matang dan langkah-langkah strategis yang diambil, Indonesia siap menghadapi tantangan El Nino 2026 dengan keyakinan pada ketersediaan pangan yang memadai tanpa perlu impor dari negara lain.


