Emas Sebagai Instrumen Diversifikasi Cadangan Devisa Negara
Menurut Institute for Development of Economics and Finance (Indef), emas memiliki peranan yang strategis sebagai instrumen diversifikasi cadangan devisa negara. Data yang dikutip oleh Indef menunjukkan bahwa pada tahun 2026, Indonesia memiliki cadangan emas sebesar 87 ton, yang setara dengan 9,6 persen dari total cadangan devisa. Meskipun demikian, porsi emas dalam cadangan devisa Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara lain.
Kesenjangan Cadangan Emas Antar Negara
Indef juga mencatat bahwa Amerika Serikat, Jerman, Italia, dan Prancis memiliki porsi emas dalam cadangan devisa yang jauh lebih besar daripada Indonesia. Negara-negara tersebut memiliki persentase cadangan emas terhadap total cadangan devisa yang mencapai puluhan persen. Hal ini menunjukkan bahwa pemilikan emas sebagai aset lindung nilai cenderung lebih tinggi di negara-negara dengan cadangan devisa yang besar.
Selain itu, tren global dalam pengelolaan cadangan devisa juga menunjukkan adanya perubahan. Jika sebelumnya sistem moneter global banyak mengandalkan dolar AS, kini emas kembali menjadi sorotan sebagai instrumen diversifikasi di tengah perubahan kondisi ekonomi global.
Peran Bullion Banking dalam Ekosistem Emas Nasional
Ekonom Senior Indef, Aviliani, menyoroti peran penting bullion banking dalam membangun ekosistem emas nasional. Dengan adanya layanan bullion dan emas digital, masyarakat dapat lebih mudah berinvestasi dalam emas tanpa harus menyimpan emas fisik dalam jumlah besar.
Aviliani juga menekankan bahwa peningkatan permintaan emas tidak hanya berasal dari bank sentral, tetapi juga dari masyarakat umum yang mulai melihat emas sebagai salah satu instrumen investasi yang menarik.
Dengan adanya bullion bank, masyarakat dapat menikmati pembelian emas tanpa harus memiliki emas fisik secara langsung, sehingga memperluas aksesibilitas terhadap investasi emas bagi berbagai kalangan.
Selain itu, Aviliani menegaskan bahwa tidak ada patokan tunggal mengenai berapa besar cadangan emas yang ideal bagi suatu negara, karena hal itu sangat tergantung pada kebutuhan likuiditas, struktur ekonomi, dan strategi bank sentral masing-masing negara.


