IHSG Ditutup Menguat, Pelaku Pasar Optimis BI-Rate Tetap
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan saham Selasa. Hal ini disambut positif oleh pelaku pasar yang menduga Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan BI-Rate dalam pengumuman besok.
IHSG Menguat 0,75 Persen
Pada akhir perdagangan, IHSG menguat sebesar 47,94 poin atau 0,75 persen, mencapai posisi 6.449,83. Meskipun kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 mengalami sedikit penurunan, IHSG berhasil tetap berada di zona positif.
“Penguatan IHSG didorong oleh antisipasi bahwa BI-Rate akan tetap dipertahankan di level 5,75 persen, seiring kondisi inflasi yang masih terkendali dan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim.
BI-Rate dan Perkembangan Selanjutnya
Bank Indonesia menggelar Rapat Dewan Gubernur pada 18 dan 19 Agustus 2026. Keputusan terkait suku bunga acuan BI akan diumumkan pada Rabu. Sejak awal tahun ini, BI telah menaikkan BI-Rate sebanyak 100 basis poin.
Di sisi lain, di pasar global, pelaku pasar masih berada dalam ketegangan terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang berdampak pada ekspektasi gangguan pasokan di kawasan tersebut.
Pada perdagangan hari ini, sektor energi menjadi yang paling berkembang, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor transportasi & logistik. Hanya sektor keuangan yang mengalami sedikit penurunan.
Pergerakan Saham dan Frekuensi Perdagangan
Beberapa saham yang mengalami kenaikan harga termasuk KIJA, PADA, JARR, INET, dan ASLI. Sementara itu, saham TCPI, BAIK, STAR, GRPM, dan FUTR mengalami penurunan harga.
Total frekuensi perdagangan saham mencapai 2.162.000 kali transaksi dengan jumlah saham diperdagangkan senilai Rp14,80 triliun. Terdapat 419 saham yang mengalami kenaikan, 248 saham yang turun, dan 296 saham stagnan.
Di pasar saham regional Asia, terlihat pergerakan beragam seperti melemahnya indeks Nikkei sebesar 2,45 persen, kenaikan indeks Shanghai dan Hang Seng, serta pelemahan indeks Kospi dan Straits Times.
Catatan: Artikel ini disadur dari sumber yang telah disebutkan.


