Saturday, September 5, 2026
HomeFinansialInsentif Swap Hedging untuk Pinjaman Luar Negeri Bank dan FDI

Insentif Swap Hedging untuk Pinjaman Luar Negeri Bank dan FDI

- Advertisement -
- Advertisement -

BI Berikan Insentif Swap Hedging untuk Pinjaman Luar Negeri

Bank Indonesia (BI) memberikan insentif swap jual lindung nilai (hedging) atau swap beli lindung nilai kepada BI, dengan pengurangan premi 12,5 persen untuk transaksi dengan underlying pinjaman luar negeri oleh bank dan foreign direct investment (FDI) atau investasi asing langsung. Sebelumnya, insentif tersebut hanya diberikan untuk transaksi dengan underlying berupa portfolio inflows.

Perluasan Transaksi Instrumen Swap Lindung Nilai

Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa transaksi swap lindung nilai tersebut memiliki jangka waktu paling lama 12 bulan dengan masa kontrak paling lama tiga tahun. Transaksi swap lindung nilai dapat diperpanjang (rollover) sesuai sisa jangka waktu kontrak lindung nilai.

Perluasan transaksi instrumen swap lindung nilai berlaku efektif pada minggu kedua September 2026 untuk dana pinjaman luar negeri dan foreign direct investment yang masuk sejak tanggal 1 Juli 2026. Destry mengungkapkan bahwa langkah ini bertujuan untuk lebih menarik inflow masuk ke pasar keuangan Indonesia.

Kebijakan Terkait Transaksi Lindung Nilai Pasar Valas

Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono menambahkan bahwa BI juga mengeluarkan kebijakan mengenai transaksi lindung nilai pasar valas melalui bank mitra (Vastra). Vastra merupakan instrumen hedging yang memudahkan investor global untuk melakukan transaksi hedging melalui bank di luar negeri yang terhubung langsung dengan bank mitra di pasar domestik.

BI telah mengeluarkan Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No. 20 Tahun 2026 tentang Transaksi Pasar Valuta Asing untuk Lindung Nilai melalui Bank Mitra. Thomas menjelaskan bahwa transaksi hedging ini akan didukung oleh aset investasi portofolio rupiah, seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan instrumen lain yang berdenominasi rupiah yang ditetapkan BI.

Thomas menyatakan harapannya bahwa skema Vastra dapat mengakomodasi kebutuhan transaksi hedging dari investor global, termasuk dalam menghadapi perbedaan zona waktu dan keterbatasan akses langsung ke pasar domestik.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer