Wednesday, September 9, 2026
HomeBeritaPeringatan Kekeringan Sawah di Kabupaten Bekasi: Solusi dan Dampaknya

Peringatan Kekeringan Sawah di Kabupaten Bekasi: Solusi dan Dampaknya

- Advertisement -
- Advertisement -

Pemerintah Kabupaten Bekasi Berupaya Cegah Penurunan Produksi Pertanian Akibat Kekeringan

Pemerintah Kabupaten Bekasi tengah gencar melakukan upaya pencegahan terhadap penurunan produksi pertanian akibat ancaman kekeringan. Sebanyak 1.354 hektare lahan sawah produktif tersebar di 41 desa dan 15 wilayah kecamatan di Kabupaten Bekasi yang menjadi fokus utama penanganan.

Kondisi yang Memprihatinkan

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Abdillah Majid, menyatakan bahwa penurunan debit air irigasi menjadi pemicu utama kondisi ini. Situasi tersebut berpotensi mengganggu target penambahan luas tanam yang telah diinstruksikan oleh Kementerian Pertanian, sehingga perlu penanganan yang cepat dan efektif.

“Di situ potensi terdampak penurunan produksi. Padahal, dari Kementerian Pertanian itu kita harus menambah luas tanam. Kalau luas tambah tanam ditingkatkan, kembali lagi ke kondisi air,” ungkap Abdillah.

Upaya Mitigasi yang Dilakukan

Sebagai langkah mitigasi, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi telah menyalurkan bantuan berupa pompa air sebanyak 13 unit berukuran 6 inci dan 70 unit berukuran 3 inci. Bantuan tersebut difokuskan pada wilayah rawan seperti Kecamatan Pebayuran, Cabangbungin, Kedungwaringin, Tambelang, Sukawangi, Setu, dan Muaragembong untuk mengatasi masalah ketersediaan air.

Selain itu, pemerintah daerah juga bekerja sama dengan BBWS untuk melakukan normalisasi jaringan irigasi, termasuk proyek normalisasi aliran Balong Tuatu, SS Jagawana, dan Kali Butek guna memperlancar pasokan air ke lahan-lahan pertanian yang kritis.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Eem Embang, turut membantu petani dalam memperoleh rekomendasi BBM bersubsidi untuk operasional mesin pompa. Langkah ini diambil untuk membantu petani yang kesulitan memperoleh solar di tengah kondisi darurat air.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga target produksi pangan Kabupaten Bekasi sebesar 503.000 ton gabah kering pada tahun 2026. Wilayah seperti Pebayuran tetap menjadi fokus utama dengan produktivitas mencapai 8-9 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer