Tuesday, September 8, 2026
HomeBeritaPermainan Tradisional: Solusi Psikologis Pada Trauma Anak

Permainan Tradisional: Solusi Psikologis Pada Trauma Anak

- Advertisement -
- Advertisement -

UNP Terapkan Psychological First Aid Melalui Permainan Tradisional

Menanggapi dampak psikososial pada anak pascabencana, tim Pengabdian Universitas Negeri Padang (UNP) mengimplementasikan program pendampingan psikososial berbasis Psychological First Aid (PFA) dengan memanfaatkan permainan tradisional. Kegiatan ini dilaksanakan di Nagari Malalak Utara pada 30-31 Juli 2026.

Inisiatif Pendampingan Psikososial Berbasis Komunitas

Program ini didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dibawah kepemimpinan psikolog Devi Lusiria, tim UNP bertujuan memberikan dukungan awal yang aman, ramah anak, dan berbasis komunitas lokal.

Abdul Hamid, Wali Nagari Malalak Utara, memberikan apresiasi atas keterlibatan pendamping lokal dalam kegiatan ini. Menurutnya, penguatan kapasitas masyarakat setempat sangat penting karena mereka memiliki akses paling dekat dengan anak-anak sehari-hari, sehingga dapat menciptakan rasa aman secara berkelanjutan.

Pelatihan dan Aktivitas Permainan Tradisional

Pada hari pertama, 10 pendamping lokal menerima pelatihan mengenai prinsip dasar PFA. Mereka dilatih untuk mengenali respons trauma, mendengarkan tanpa menghakimi, dan memberikan bantuan tanpa memaksa anak menceritakan pengalaman traumatis. Simulasi dilakukan untuk mempersiapkan pendamping sebelum melibatkan diri secara langsung.

Hari kedua difokuskan pada aktivitas bersama 20 anak melalui permainan tradisional seperti egrang, congklak, bakiak, gasing, dan bola bekel. Media permainan dipilih karena dianggap efektif dalam membangun komunikasi, melatih konsentrasi, dan membantu anak mengekspresikan emosi dengan santai dan menyenangkan.

Harapan dan Dampak Positif

Integrasi PFA dengan budaya lokal diharapkan mampu menciptakan model pendampingan yang kontekstual. Tim UNP juga menyediakan modul khusus bagi pendamping lokal sebagai panduan tambahan. Program ini tetap menekankan pentingnya rujukan ke tenaga profesional jika ditemukan kondisi trauma yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Ret, salah satu pendamping lokal, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan perspektif baru dalam berinteraksi dengan anak. Menurutnya, kehadiran orang dewasa yang mendengarkan dan menemani bermain memiliki dampak positif pada pemulihan psikologis anak pascabencana.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer