Tuesday, September 8, 2026
HomeBeritaHilirisasi Aluminium dalam Metallurgical Trade Fair

Hilirisasi Aluminium dalam Metallurgical Trade Fair

- Advertisement -
- Advertisement -

Menyongsong Hilirisasi Aluminium: SGAR Mempawah sebagai Langkah Awal

PT Aneka Tambang (Antam) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) bekerja sama membangun Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah, Kalimantan Barat. Langkah ini diambil dalam upaya memperkuat industri pengolahan mineral dalam negeri, khususnya dalam mengubah bauksit menjadi alumina dan aluminium. SGAR Mempawah diharapkan tidak hanya mengurangi ekspor bahan mentah tetapi juga menciptakan nilai ekonomi lebih besar dari sumber daya alam Indonesia.

Proyek ini memiliki kapasitas produksi hingga 600.000 ton aluminium per tahun dan merupakan bagian dari investasi besar sebesar Rp110 triliun di bawah konsorsium PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID). Rencananya, SGAR Mempawah akan memulai operasinya antara tahun 2028 dan 2029 setelah infrastruktur pendukung di kawasan tersebut siap.

Jumpa Media Gifa-Metec: Kunci Perkembangan Terkini SGAR Mempawah

Dalam Jumpa Media Gifa-Metec Indonesia di Jakarta pada 19 Agustus lalu, perkembangan terkait SGAR Mempawah menjadi sorotan utama. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait industri logam dan pengolahan aluminium, termasuk Ketua Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma) dan Wakil Ketua Asosiasi Industri Pengecoran Logam Indonesia (Aplindo). Managing Director Messe Düsseldorf Asia, Lars Wismer, turut hadir sebagai penyelenggara kegiatan ini.

Pada periode Januari–Agustus 2025, ekspor alumina Indonesia mencapai 3,66 juta ton sementara impor alumina sebesar 816.103 ton. Dalam konteks tersebut, investasi dalam hilirisasi bauksit menjadi alumina dan aluminium memegang peranan penting. Dana investasi mencapai angka menjanjikan pada semester I 2026, menunjukkan komitmen meningkatkan sektor logam dasar dan barang logam.

Paviliun Aluminium hadir sebagai wadah untuk mengeksplorasi berbagai teknologi terkait peleburan aluminium, pengembangan paduan, fabrikasi, hingga daur ulang. Kehadiran paviliun ini merupakan langkah awal dalam memperkuat industri hilir aluminium di Tanah Air.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer