Mendag Mendorong Mahasiswa Jadi Eksportir
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong para mahasiswa untuk memulai usaha dan menjelajahi peluang menjadi eksportir. Hal ini disampaikannya saat memberikan kuliah umum di Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Jawa Tengah.
Mahasiswa Diajak Berwirausaha
Menurut Budi, penting bagi mahasiswa untuk tidak hanya mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja. Ia mengungkapkan harapan agar mahasiswa belajar tentang perdagangan luar negeri dan berwirausaha saat masih kuliah, sehingga dapat menjadi eksportir yang siap ketika lulus.
Budi menawarkan program Kemendag bernama Campuspreneur, yang bertujuan untuk mengajak mahasiswa belajar dan berlatih menjadi pengusaha serta eksportir. Program ini juga menggandeng kampus-kampus sebagai wadah untuk melatih mahasiswa menjadi pelaku usaha yang potensial untuk ekspor.
Kesempatan Magang dan Business Matching
Selain Campuspreneur, Kemendag juga memberikan kesempatan magang bagi mahasiswa di kantor perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Dengan magang ini, mahasiswa dapat belajar mencari calon pembeli dan memahami pasar ekspor.
Di samping itu, Kemendag juga memiliki program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor). Melalui program ini, UMKM Indonesia dipertemukan dengan calon pembeli dari luar negeri, secara virtual.
Pada Januari-Juli 2026, program UMKM BISA Ekspor mencatat pesanan pembelian dan potensi transaksi hingga sekitar 333,68 juta dolar AS. Dengan memanfaatkan teknologi pertemuan virtual, program ini membuka peluang bagi UMKM Indonesia untuk menembus pasar global.


