Tuesday, September 8, 2026
HomeBisnisStrategi Pemerintah Dalam Membangun Ekosistem Usaha Ojol Menjadi UMKM

Strategi Pemerintah Dalam Membangun Ekosistem Usaha Ojol Menjadi UMKM

- Advertisement -
- Advertisement -

Pengakuan Ojol sebagai UMKM Harus Diikuti dengan Pembangunan Ekosistem Usaha

Jakarta – Ekonom dari Universitas Indonesia (UI), Heru Sutadi, menyoroti pengakuan pengemudi ojek daring atau online (ojol) sebagai pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang harus diikuti dengan pembangunan ekosistem usaha. Menurutnya, untuk meningkatkan pendapatan dan kapasitas ekonomi pengemudi, akses pembiayaan yang mudah dan tepat sasaran beserta pelatihan dan pendampingan usaha perlu disediakan oleh pemerintah.

“Yang paling penting adalah akses pembiayaan yang mudah dan tepat sasaran, disertai pelatihan dan pendampingan usaha. Pemerintah perlu membangun ekosistemnya,” ujar Heru kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Perlunya Akses Pembiayaan dan Pelatihan Usaha

Heru menekankan bahwa akses pembiayaan menjadi kebutuhan utama yang harus dipenuhi pemerintah. Pengemudi ojol bisa memperoleh akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau pembiayaan mikro untuk mendukung pengembangan usaha, seperti pembelian kendaraan atau pengembangan usaha pendukung lainnya. Selain itu, pelatihan dan pendampingan mengenai literasi keuangan, pembukuan sederhana, pemasaran digital, dan keterampilan lainnya juga perlu disediakan.

Heru juga menyoroti peran platform transportasi daring dalam menyediakan data aktivitas ekonomi pengemudi yang dapat dimanfaatkan untuk program pembiayaan dan pendampingan yang lebih tepat sasaran. Transformasi ini diharapkan dilakukan secara bertahap dengan dukungan legalitas usaha, akses pembiayaan, serta peningkatan keterampilan usaha.

Pemerintah Harus Memastikan Keseimbangan Posisi Tawar Pengemudi

Menanggapi hal ini, Heru menyatakan bahwa pemerintah harus memastikan status UMKM untuk pengemudi ojol tidak menambah beban administrasi. Insentif seperti pembiayaan, pelatihan, atau keringanan tertentu perlu mudah diakses agar pengemudi tidak menanggung seluruh risiko usaha dengan posisi tawar yang tidak seimbang terhadap platform. Diharapkan dengan regulasi yang mendukung, pengemudi ojol bisa naik kelas dan mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih baik.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer