Petugas UPS Kembangkan Perahu Hias Dari 1.000 Galon Bekas Untuk Festival Cilung
Petugas Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, tengah sibuk mengembangkan perahu hias yang terbuat dari 1.000 galon bekas dan botol plastik untuk memeriahkan Festival Cinta Lingkungan (Cilung) pada Oktober 2026 mendatang. Perahu hias ini akan mengusung tema burung merak dengan ornamen yang didominasi oleh sampah berupa botol plastik bekas dan galon kemasan.
Pengerjaan Perahu Hias yang Penuh Makna
Menurut Luffih, petugas UPS Badan Kecamatan Kembangan yang terlibat dalam proyek ini, pembuatan perahu hias sudah dimulai sejak sebulan yang lalu. Saat ini, pengerjaan telah mencapai 70 persen dan diharapkan dapat selesai dalam waktu dekat. Burung merak dipilih sebagai tema utama karena filosofi keindahan dan keberagaman warnanya. Hal ini tercermin dalam desain perahu hias yang tengah dikembangkan.
Luffih juga menjelaskan bahwa bahan utama yang digunakan berasal dari galon kemasan dan botol plastik bekas. Hingga saat ini, sekitar 1.000 galon dan botol bekas telah terpakai dalam pembuatan ornamen perahu tersebut. Material bekas ini dikumpulkan dari berbagai tempat di sekitar lokasi kerja petugas UPS.
Proses Pembuatan yang Kolaboratif
Meskipun terkendala oleh ketersediaan material, petugas UPS Badan Air Kecamatan Kembangan tetap gigih dalam melanjutkan proses pembuatan perahu hias ini. Mereka bekerja secara gotong royong dan semua tahapan pembuatan dilakukan oleh para petugas yang terlibat. Untuk penggerak perahu nantinya, akan digunakan mesin yang biasa dipakai pada kapal penyisiran sampah.
Selain botol plastik dan galon bekas, pihak UPS juga memanfaatkan material bekas lain seperti kabel bekas jaringan optik. Semua bahan tersebut dibersihkan dan didaur ulang untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Proyek kreatif ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar.


