Saturday, September 5, 2026
HomeLenggang JakartaMajelis Kaum Betawi Bermetamorfosis Menjadi Lembaga Adat Kebudayaan Betawi

Majelis Kaum Betawi Bermetamorfosis Menjadi Lembaga Adat Kebudayaan Betawi

- Advertisement -
- Advertisement -

Majelis Kaum Betawi Berubah Menjadi Lembaga Adat Kebudayaan Betawi

Majelis Kaum Betawi (MKB) mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) di Jakarta pada Jumat (21/8) untuk membahas perubahan nomenklatur menjadi Lembaga Adat Kebudayaan Betawi (LAKB). Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atau Bang Foke ditetapkan sebagai Ketua Dewan Adat LAKB dan menetapkan kaidah dasar kelembagaan.

Perubahan Menjadi Lembaga Adat Kebudayaan Betawi

Dalam keterangannya di Jakarta, Foke menyatakan bahwa perubahan kelembagaan ini bukan hanya pergantian nama, tetapi bagian dari upaya membangun wadah bersama yang memiliki dasar hukum untuk seluruh elemen masyarakat Betawi. Hal ini berkaitan dengan Pasal 31 UU Nomor 2 Tahun 2024 yang menyebut Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.

Foke menegaskan bahwa semangat utama dari proses tersebut adalah membangun kebersamaan dan memperkuat persatuan masyarakat Betawi. Dengan demikian, semua unsur yang sebelumnya berada dalam berbagai organisasi atau komunitas akan ditempatkan dalam satu wadah adat.

Penguatan Institusi Adat dan Identitas Masyarakat Betawi

Ketua Pelaksana KLB MKB M Ichwan Ridwan menjelaskan bahwa KLB adalah bagian dari perjalanan panjang konsolidasi masyarakat Betawi. Proses konsolidasi ini dimulai dengan deklarasi Majelis Amanah Persatuan Kaum Betawi pada Desember 2022, yang merupakan langkah awal penyatuan dua organisasi besar masyarakat Betawi, yaitu Bamus Betawi dan Bamus Suku Betawi 1982.

Selanjutnya, konsolidasi dilanjutkan melalui Pra-Kongres dan Kongres Perdana pada 2023 yang kemudian berkembang menjadi Majelis Kaum Betawi. Melalui KLB pada Agustus 2026, MKB kembali menegaskan arah konsolidasi dengan penguatan institusi adat, perubahan nomenklatur menjadi Lembaga Adat Kebudayaan Betawi, pengukuhan kepemimpinan Dewan Adat, serta penyampaian rekomendasi kepada pemerintah daerah.

Kongres tersebut diharapkan dapat memperkuat persatuan masyarakat Betawi, menghimpun berbagai potensi Betawi yang tersebar, sambil tetap menjaga nilai adat, budaya, sejarah, dan identitas masyarakat Betawi di tengah perkembangan Jakarta.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer