Bank Syariah Indonesia Optimistis Capai Pertumbuhan Pembiayaan Dua Digit
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyatakan optimisme dalam mencapai target pertumbuhan pembiayaan dua digit hingga akhir tahun 2026. Dengan total pembiayaan yang terus tumbuh, BSI menunjukkan kualitas yang baik dan berbagai indikator keuangan yang membaik.
Target Pertumbuhan Pembiayaan 12-15 Persen
Hingga akhir Juni 2026, total pembiayaan BSI tumbuh 15,98 persen menjadi Rp340 triliun. Rasio NPF gross dan net serta cost of credit (CoC) BSI juga membaik, menunjukkan performa keuangan yang solid. Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) BSI tumbuh 21,81 persen mencapai Rp393 triliun dengan perbaikan signifikan pada cost of fund (CoF).
Adapun fee based income juga meningkat, terutama didorong oleh bisnis emas yang mencatatkan pertumbuhan yang cukup tinggi. Dengan capaian dua digit pada pembiayaan, DPK, dan fee based income, BSI berkomitmen untuk menjaga konsistensi dan keberlanjutan kinerja keuangan.
Pembiayaan Segmen Consumer, Gold, dan Card Jadi Penopang
Pada akhir Juni 2026, pembiayaan segmen consumer, gold, dan card menjadi penopang utama dari total pembiayaan BSI. Pertumbuhan pembiayaan tersebut menunjukkan adanya demand yang membaik, terutama di bulan Juli.
Pembiayaan segmen consumer tumbuh 9,30 persen mencapai Rp157,9 triliun, sementara bisnis emas (gold business) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 80,52 persen menjadi Rp30,48 triliun. Meskipun likuiditas industri masih cukup ketat, BSI yakin akan peluang pertumbuhan DPK dari sumber-sumber tabungan spesifik seperti tabungan haji dan tabungan emas.
Dengan pencapaian yang solid hingga semester pertama tahun 2026, BSI optimistis dalam menjalankan perannya sebagai bank syariah dan bank emas di Indonesia. Keuntungan ini menjadi pendorong utama kinerja bisnis BSI dan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi di tanah air.


