Stasiun Rampah: Saksi Perjalanan Sejarah di Sumatera Utara
Stasiun Rampah yang berlokasi di tengah Kabupaten Serdang Bedagai tidak hanya menjadi saksi sejarah perkeretaapian sejak tahun 1903, tetapi juga menjadi pusat pergerakan masyarakat setempat. Meskipun sempat mengalami penurunan selama pandemi COVID-19, kini stasiun bersejarah ini kembali bangkit dan tumbuh secara signifikan.
Tren Peningkatan Pelanggan
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengungkapkan bahwa Stasiun Rampah mencatat tren peningkatan pelanggan yang positif dalam tiga tahun terakhir. Dari Januari hingga Juli 2024 hingga 2026, jumlah penumpang yang menggunakan layanan Stasiun Rampah terus meningkat secara konsisten.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya sebagai moda transportasi massal yang aman, nyaman, dan tepat waktu oleh masyarakat setempat. Selain pelayanan reguler untuk KA Putri Deli dan KA Siantar Ekspres, Stasiun Rampah juga melayani KA Sribilah Fakultatif dalam jalur Medan–Rantauprapat PP.
Fungsi Historis Stasiun Rampah
Dengan sejarahnya yang dimulai sejak tahun 1903, Stasiun Rampah telah bertransformasi dari fungsi distribusi hasil perkebunan menjadi pusat mobilitas publik dan aksesibilitas pariwisata serta ekonomi lokal. Kereta api telah menjadi bagian integral dari pertumbuhan wilayah Sumatera Utara dan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk memperkuat kualitas layanan di Stasiun Rampah agar dapat memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna jasa. Stasiun ini bukan hanya tempat naik turun penumpang, tetapi juga menjadi pusat perjalanan yang mendukung potensi wisata, budaya, dan perekonomian Kabupaten Serdang Bedagai.
Sumber: Media Indonesia


