Tuesday, September 8, 2026
HomeBursa8 Kebijakan Strategis Pengembangan Bursa Mineral oleh Sarjito

8 Kebijakan Strategis Pengembangan Bursa Mineral oleh Sarjito

- Advertisement -
- Advertisement -

Sarjito Siapkan 8 Kebijakan Strategis Pengembangan Bursa Mineral

Jakarta – Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS), Sarjito, mempersiapkan delapan kebijakan strategis untuk membangun BMKS yang likuid, terpercaya, serta mampu memperkuat kedaulatan pasar Indonesia.

Ia mengungkapkan bahwa pembangunan BMKS harus mengarah pada transformasi Indonesia dari price taker menjadi price influencer hingga price maker di pasar mineral dan komoditas strategis global.

Fondasi Pembangunan BMKS

Sarjito telah menyiapkan delapan kebijakan strategis sebagai fondasi pembangunan BMKS Indonesia ke depan, antara lain:

  1. Membangun trusted infrastructure, termasuk pergudangan, lembaga survei, bursa, dan lembaga kliring yang aman, andal, dan terintegrasi.
  2. Membangun trusted market, pasar yang transparan, adil, teratur, dan likuid.
  3. Mengembangkan trusted product dengan memastikan produk yang diperdagangkan terstruktur dan memberikan manfaat bagi kepentingan nasional.
  4. Membangun trusted data melalui integrasi data antarlembaga.
  5. Membangun trusted regulator dengan pengawasan BMKS yang didukung regulator yang kompeten.
  6. Membangun trusted ecosystem melibatkan berbagai pihak terkait.
  7. Memperkuat kedalaman dan kapasitas pasar BMKS dengan berbagai produk mineral dan komoditas yang dapat diperdagangkan.
  8. Menjadikan BMKS sebagai referensi harga mineral dan komoditas strategis Indonesia.

Sarjito menekankan pentingnya kepercayaan sejak awal dalam pembangunan BMKS karena waktu persiapannya terbatas. Harapannya adalah harga yang terbentuk melalui BMKS dapat menjadi referensi bagi pasar, memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan mineral, dan komoditas strategis dunia.

Kekayaan Alam Indonesia: Pengelolaan dan Pengaruh Harga

Indonesia memiliki kekayaan mineral dan komoditas strategis yang besar namun ironisnya masih bergantung pada bursa luar negeri untuk penetapan harga komoditasnya. Sarjito menyoroti risiko kebocoran ekonomi melalui praktik under-invoicing dan transfer pricing dalam perdagangan komoditas mineral.

Untuk itu, keberadaan BMKS diharapkan dapat menopang ekosistem perdagangan yang terintegrasi, transparan, serta memiliki kedalaman pasar yang memadai.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer