Menteri Keuangan Purbaya Tekankan Pentingnya Manfaat APBN bagi Masyarakat
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Jawa Barat di Bandung, Senin (24/8/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau progres pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Jawa Barat hingga Juli 2026, serta memastikan bahwa alokasi dana publik benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Peningkatan Kinerja Implementasi APBN di Jawa Barat
Purbaya secara cermat mengevaluasi kinerja pendapatan negara, penyerapan belanja pemerintah pusat, penyaluran Transfer ke Daerah (TKD), Dana Desa, dan efektivitas program-program prioritas yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat di tingkat bawah. Menurut data Kanwil DJPb Jawa Barat, implementasi APBN per Juli 2026 mencatat kinerja solid dengan surplus regional mencapai Rp22,02 triliun.
Realisasi pendapatan negara mencapai Rp85,61 triliun atau 45,41 persen dari target, tumbuh 6,81 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan perpajakan di Jawa Barat juga meningkat hingga mencapai Rp81,30 triliun per Juli 2026, menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,35 persen secara tahunan.
Optimalisasi Belanja Negara untuk Pembangunan Infrastruktur
Dari sisi pengeluaran, realisasi belanja negara di Jawa Barat telah mencapai Rp63,59 triliun atau 57,02 persen dari total pagu anggaran. Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) justru mengalami lonjakan 28,86 persen, terutama pada belanja modal yang melonjak 115,37 persen guna mendorong pembangunan infrastruktur dan fasilitas layanan publik.
Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Desa juga telah terealisasi sebesar Rp36,98 triliun atau 59,82 persen dari pagu anggaran. Purbaya menegaskan pentingnya agar pengelolaan fiskal tidak hanya terhenti pada penyerapan anggaran semata, tetapi juga harus tercermin dalam pertumbuhan ekonomi riil dan penguatan sektor usaha untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.


