Karhutla di Kawasan KKOP Bandara Sampit Mendapat Penanganan Ekstra
Sampit – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mendapat penanganan ekstra. Kebakaran tersebut berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan di daerah tersebut. Wakil Bupati Kotim, Irawati, menyatakan bahwa karhutla terjadi di sekitar Jalan Tjilik Riwut kilometer 6 arah Sampit-Palangka Raya pada pukul 13.10 WIB.
Keterlibatan Berbagai Pihak dalam Penanganan Karhutla
Irawati turun langsung ke lokasi kejadian setelah menerima laporan terkait kebakaran. Lokasi yang terbakar merupakan lahan gambut dan semak belukar yang mengering akibat musim kemarau. Karhutla ini terjadi di kawasan KKOP bandara, yang menjadi perhatian serius karena berhubungan langsung dengan keselamatan penerbangan. Keberadaan pesawat Super Air Jet yang dijadwalkan tiba di Kota Sampit membuat penanganan api menjadi mendesak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim segera mengerahkan personel dan armada tambahan ke lokasi karhutla. TNI dan Polri juga turut membantu dalam upaya pemadaman api, termasuk Korem 102/Pjg, Kodim 1015/Sampit, dan Polres Kotim yang terlibat aktif dalam penanganan kebakaran.
Kondisi dan Tantangan dalam Penanganan Karhutla
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menjelaskan bahwa penanganan karhutla di kawasan KKOP membutuhkan upaya lebih intensif karena aspek keselamatan penerbangan harus diutamakan. Selain itu, karakteristik lahan gambut yang tebal membuat proses pemadaman api lebih sulit. Vegetasi hutan sekunder dan pionir yang ada di sekitar lokasi juga menyulitkan pasukan dalam pemadaman api.
Penanganan karhutla di area tersebut membutuhkan waktu dan upaya ekstra karena akses yang sulit dan potensi api menjalar di bawah permukaan lahan gambut. Suplai air dan penanganan yang cermat dibutuhkan agar karhutla dapat segera teratasi.
Itulah kondisi terkini penanganan karhutla di kawasan KKOP Bandara Haji Asan Sampit yang membutuhkan kerjasama semua pihak untuk menjaga keselamatan penerbangan dan mencegah dampak negatif akibat kebakaran hutan dan lahan.


