Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Mengkritik Kesalahan Angka di Dokumen RAPBN 2027
Banyak Typo dan Informasi Tidak Lengkap
Ketua Banggar DPR, Said Abdullah, mempertanyakan kesalahan angka dan ketidaklengkap informasi sasaran pembangunan dalam dokumen RAPBN 2027 yang disampaikan pemerintah. Dia menyoroti adanya perbedaan angka antara dokumen Nota Keuangan yang diterima oleh parlemen dengan pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
Said menyebut bahwa terdapat banyak typo dalam dokumen tersebut. Misalnya, pertumbuhan ekonomi yang disampaikan Presiden sebesar 6 persen dalam Nota Keuangan, namun versi yang diterima oleh DPR mencatat angka 5,9 persen. Selain itu, ada perbedaan angka belanja modal pemerintah yang seharusnya Rp480 triliun, namun lampirannya menunjukkan Rp240 triliun.
Masalah Indikator Sasaran Pembangunan
Di sisi lain, Anggota Banggar DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Dolfie Othniel Frederic Palit, juga menyoroti ketiadaan sejumlah indikator sasaran pembangunan untuk tahun 2027. Hal ini termasuk proyeksi kemiskinan ekstrem, target penciptaan lapangan kerja baru, serta nilai-nilai penting seperti Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN).
Dolfie menegaskan pentingnya keakuratan data dan informasi dalam dokumen RAPBN agar tidak terjadi kesalahan interpretasi atau pengambilan keputusan yang salah.


