IHSG Ditutup Melemah di Tengah Wait and See Pasar
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada Jumat sore karena para pelaku pasar masih menunggu perkembangan Simposium Jackson Hole yang diselenggarakan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.
IHSG pada akhir perdagangan melemah sebanyak 3,63 poin atau 0,06 persen menjadi 6.518,12. Sementara indeks LQ45 naik sebanyak 0,75 poin atau 0,12 persen ke posisi 641,82.
Pelaku Pasar ‘Wait and See’
Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico, pelaku pasar cenderung menunggu pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, pada Simposium Jackson Hole untuk mengetahui prospek suku bunga AS.
Di sisi lain, Presiden The Fed Kansas City Jeff Schmid menyatakan bahwa kebijakan moneter tidak menghambat perekonomian. Namun, pelaku pasar tetap waspada terhadap ancaman sanksi AS terhadap Iran.
Perkembangan IHSG
IHSG dibuka menguat namun akhirnya berakhir dalam zona merah. Pada sesi perdagangan, empat sektor menguat, disusul oleh tujuh sektor yang melemah.
Beberapa saham yang berhasil menguat antara lain LABA, SSTM, BIKE, BAPA, dan PYFA. Sedangkan saham-saham yang melemah termasuk RGAS, TMPO, VTNY, EMMI, dan NAYZ.
Frekuensi perdagangan saham hari ini mencapai 1.992.000 kali transaksi dengan total saham yang diperdagangkan senilai Rp15,13 triliun. Dari jumlah itu, 290 saham naik, 348 saham turun, dan 328 saham stagnan.
Di pasar regional Asia, terdapat pergerakan yang beragam. Indeks Nikkei menguat, indeks Shanghai melemah, indeks Hang Seng menguat sedikit, indeks Kospi melemah, dan indeks Straits Times menguat.


