Tragedi Meninggalnya Pedagang Cermin di Tengah Kericuhan
Pedagang cermin bernama Bambang Setiyawan meninggal dunia setelah terlibat dalam kejadian tragis di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis (27/8) malam. Sang istri, Sudarsi, menceritakan kronologinya yang menyayat hati.
Petualangan Malam Terakhir Bambang Setiyawan
Pada Kamis sore, Sudarsi dan Bambang masih berjualan cermin sampai pukul 16.30 WIB. Namun, dengan melihat kedatangan massa, Sudarsi meminta suaminya untuk segera pulang. Setelah menutup toko, mereka kembali ke rumah.
Keesokan harinya, saat situasi sekitar rumah masih ramai, Bambang keluar rumah untuk melihat keadaan seperti yang biasa dilakukannya. Namun, ia tak kunjung kembali hingga larut malam, membuat keluarga gelisah.
Pencarian Tanpa Hasil
Sudarsi mencari suaminya hingga dini hari dan berharap untuk bertemu dengannya. Namun, pada pukul 03.00 – 04.00 WIB, keluarga menerima kabar tragis bahwa Bambang telah meninggal dunia dan dibawa ke RS Polri.
Keluarga hanya bisa mengandalkan informasi dari video dan belum mendapat laporan resmi terkait kematian Bambang. Dia kemudian dimakamkan setelah shalat Jumat di Jakarta Barat.
Keluhan dari kehilangan Bambang juga disampaikan kepada petugas pemerintah setempat untuk mendapatkan penjelasan dan kepastian terkait kejadian yang menimpa keluarga.


