UMKM Kaltara Berkembang Pesat: Ciptakan Kesepakatan Bisnis Miliaran Rupiah
Tanjung Selor, Kaltara – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus menunjukkan perkembangan yang mengagumkan. Agus Taufik, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltara, menyatakan bahwa UMKM Kaltara telah mampu naik kelas, memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan memanfaatkan digitalisasi untuk mencapai kesepakatan bisnis bernilai miliaran rupiah.
Kesepakatan Bisnis Miliaran Rupiah
Pada sesi bussines matching ekspor beberapa minggu lalu, UMKM Kaltara sukses menjalin kerjasama dengan pembeli dari Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Dalam kesempatan tersebut, tercapai kesepakatan bisnis senilai hampir Rp3 miliar. Sebanyak sembilan UMKM terbaik dari Kaltara berhasil mencapai kesepakatan bisnis yang mengesankan. Produk Cokelat Bultiya dari Kabupaten Bulungan menorehkan kesepakatan terbesar dengan nilai Rp1,13 miliar, disusul oleh Kerajinan Tas Batik Umbrella Craft dan Dbaloy produk Bandeng Cabut Duri Tarakan.
Pengembangan Melalui Digitalisasi
Selain itu, sebanyak 30 UMKM di Kaltara telah berhasil mengikuti program inkubasi on boarding UMKM digital. Program ini digelar sejak Mei hingga Agustus 2026 guna meningkatkan kapasitas dan pemasaran usaha dengan memanfaatkan platform digital dan kecerdasan buatan (AI). Tak hanya itu, dua UMKM wastra Kaltara, Batik Yogus dan Batik Busak Uwe, berhasil lolos pada program kurasi inovasi tingkat nasional, mewakili Provinsi Kaltara dalam acara Karya Kreatif Indonesia 2026.
Berbagai capaian membanggakan UMKM Kaltara mencerminkan potensi dan kualitas produk yang luar biasa. Harapannya, kesuksesan ini menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya di Kaltara. Diharapkan UMKM Kaltara bisa terus berkembang dan bersaing secara global, bukan hanya di pasar lokal.
Sumber: ANTARA News


