Minat Investor di KEK Kendal dan KITB Meningkat, Lahan Sudah Penuh 100%
Para investor tengah antre untuk masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Jawa Tengah. Hal ini menandakan peningkatan minat investasi di sektor manufaktur di wilayah tersebut.
Antrean Investor Mencapai Puncak
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengungkapkan bahwa tingkat pemanfaatan lahan di KEK Kendal dan KITB telah mencapai 100 persen. Hal ini memperlihatkan minat yang tinggi dari investor untuk berinvestasi di kawasan tersebut.
Menurut Susiwijono, potensi investor yang ingin masuk ke dua KEK tersebut sangat besar. Meskipun lahan sudah terpakai penuh, pemerintah tengah mempersiapkan rencana perluasan dan pengembangan kawasan untuk menampung minat investor yang terus meningkat.
Kontribusi Sektor Manufaktur untuk Ekonomi Jawa Tengah
Dikatakan bahwa sektor industri manufaktur atau pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Jawa Tengah, mencapai 33,18 persen. Pertumbuhan ekonomi daerah tersebut mencapai 5,80 persen pada semester pertama 2026.
Tingginya kontribusi sektor manufaktur membuat investasi dan pengembangan industri pengolahan menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Potensi investasi di wilayah tersebut diprediksi masih akan terus berkembang.


