Tuesday, September 8, 2026
HomeFinansialOrientasi Ekonomi RI: Kunci Rupiah Kuat

Orientasi Ekonomi RI: Kunci Rupiah Kuat

- Advertisement -
- Advertisement -

Ekonom Sebut Orientasi Ekonomi RI Harus Terfokus ke Luar Agar Rupiah Stabil

Ekonom senior Didik J Rachbini menyatakan bahwa sistem dan kebijakan ekonomi Indonesia perlu berorientasi keluar untuk memperkuat sektor eksternal demi menjaga stabilitas dan kekuatan nilai tukar rupiah. Didik menilai bahwa Indonesia seharusnya lebih banyak mendapatkan pendapatan dari transaksi bisnis internasional daripada hanya mengandalkan pasar domestik. Dengan begitu, nilai tukar rupiah dapat lebih stabil dan kuat.

Mendorong Kebijakan Ekonomi Berbasis Ekspor

Menurut Didik, ekonomi Indonesia terlalu bergantung pada pasar domestik yang cenderung memunculkan ketidakstabilan nilai tukar rupiah. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan ekonomi yang berorientasi pada ekspor untuk meningkatkan cadangan devisa dalam negeri. Hal ini akan membantu Indonesia bersaing lebih baik di pasar global dan membuat nilai tukar rupiah menjadi lebih kuat.

Didik juga menyoroti bahwa cadangan devisa Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN. Dengan cadangan devisa sekitar 145,3 miliar dolar AS per Juli 2026, Indonesia harus melakukan langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar rupiah agar tidak rentan terhadap fluktuasi pasar.

Manfaatkan Potensi Ekspor Komoditas dengan Bijak

Selain itu, Didik juga mengingatkan pentingnya mengelola ekspor komoditas seperti batu bara, minyak kelapa sawit, dan nikel secara bijaksana. Meskipun ekspor komoditas ini memiliki potensi memberikan devisa besar bagi Indonesia, namun sangat rentan terhadap fluktuasi harga global. Oleh karena itu, Indonesia perlu mencari cara agar tidak terlalu tergantung pada harga komoditas dunia.

Dengan memperkuat sektor eksternal dan menarik investasi asing dengan kebijakan yang kondusif, Indonesia diharapkan bisa meningkatkan nilai tukar rupiah dan menjaga stabilitas ekonomi dalam jangka panjang. Selain itu, menjaga citra positif Indonesia di mata investor asing juga menjadi kunci penting dalam memperkuat nilai tukar rupiah.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer