Tuesday, September 8, 2026
HomeBisnisPemerintah Targetkan 220 Ribu Peserta Vokasi per Tahun untuk Atasi 'Skill Gap'

Pemerintah Targetkan 220 Ribu Peserta Vokasi per Tahun untuk Atasi ‘Skill Gap’

- Advertisement -
- Advertisement -

Pemerintah Sasar 220 Ribu Peserta Vokasi per Tahun untuk Tekan Skill Gap

Pemerintah menetapkan target ambisius dalam pelatihan vokasi nasional dengan mencapai 220.000 peserta setiap tahunnya. Hal ini diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat acara Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten.

Target untuk Mengatasi Tantangan Industri Modern

Sasaran pelatihan ini bertujuan untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja dan mengurangi kesenjangan keterampilan yang sering disoroti oleh dunia industri. Dengan jumlah 220.000 peserta per tahun, diharapkan program vokasi dapat menciptakan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri modern.

Program vokasi ini menjadi strategi nasional untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0, digitalisasi, dan perkembangan kecerdasan buatan. Pertumbuhan sektor digital yang pesat menuntut adanya talenta baru hingga 406.000 orang per tahun, yang akan diisi melalui program reskilling dan retraining.

Dukungan Pemerintah untuk Peningkatan Keterampilan

Peningkatan investasi nasional yang mencapai Rp1.010,6 triliun serta pertumbuhan lapangan kerja formal yang signifikan adalah dampak positif dari program ini. Meskipun angka pengangguran terbuka (TPT) sedikit menurun, masih terdapat ketidaksesuaian antara kompetensi pencari kerja dan harapan industri.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah fokus pada perluasan skala pelatihan vokasi dengan melibatkan pemerintah dan dunia usaha secara bersama-sama. Selain keterampilan teknis, penting juga bagi peserta untuk terus mengasah soft skill dan menjunjung tinggi etika kerja.

Meskipun tantangan besar dihadapi dalam mengurangi kesenjangan keterampilan, pemerintah optimis bahwa melalui program Pelatihan Vokasi Nasional, Indonesia dapat menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing di era industri modern.

Source link

Berita Terkait

Berita Populer