Perbasi Ingatkan Pentingnya Komunikasi dalam Proses Pelatihan
Jakarta – Wakil Ketua Umum Perbasi, Christopher Tanuwidjaja, memberikan peringatan keras kepada para pelatih untuk tidak melanggar aturan, terutama dalam hal tindakan kekerasan selama menjalankan tugas. Hal ini dilakukan menyusul tindakan tegas DPP Perbasi terhadap oknum pelatih di Jawa Tengah yang terlibat dalam kekerasan terhadap pemain atau peserta didik dalam dunia bola basket.
Sikap Tegas Perbasi terhadap Tindak Kekerasan dalam Bola Basket Jawa Tengah
Christopher menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal, tidak dapat diterima dalam proses kepelatihan. Menurutnya, seorang pelatih seharusnya mampu membangun hubungan yang sehat dengan para pemain melalui komunikasi, keteladanan, dan pendekatan yang mendukung perkembangan atlet.
Ia menekankan bahwa penggunaan kekerasan tidak akan membentuk kedisiplinan yang sehat. Sebaliknya, hal tersebut dapat menciptakan dampak negatif dalam hubungan antara pelatih dan atlet. Kekerasan hanya akan menimbulkan rasa takut, bukan rasa hormat yang seharusnya dibangun antara pelatih dan pemain.
Peran Penting Pelatih dalam Pembinaan Atlet
Christopher juga menyoroti tanggung jawab besar yang dimiliki oleh seorang pelatih dalam membentuk karakter atlet. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjalankan proses kepelatihan dengan profesionalisme, komunikasi yang baik, dan penghormatan terhadap para pemain.
Terakhir, DPP Perbasi menegaskan komitmennya dalam memperkuat penerapan aturan dan disiplin dalam dunia bola basket Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang aman dan sehat bagi para pemain dan peserta didik.


