Bank Mandiri: El Nino Berpotensi Meningkatkan Inflasi hingga 3,5 Persen
Bank Mandiri (Persero) Tbk mengungkapkan bahwa fenomena El Nino yang sedang terjadi dapat meningkatkan inflasi hingga mencapai 3,5 persen pada akhir tahun 2026. Hal ini disampaikan oleh Head of Macroeconomic & Financial Market Research Departement Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, dalam Mandiri Macro & Market Brief Q3 2026 secara virtual di Jakarta.
Antisipasi Dampak El Nino Terhadap Inflasi
Dian Ayu Yustina menyoroti potensi dampak El Nino yang paling terasa pada inflasi pangan, yang diprediksi bisa mencapai 6 persen pada akhir tahun. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi pangan per Agustus 2026 saja telah naik sebesar 4,06 persen secara tahunan.
Bank Mandiri memperkirakan total inflasi mencapai 3,5 persen dan inflasi pangan mencapai 6 persen. Kenaikan harga pangan ini diprediksi sebagai akibat dari risiko El Nino yang terkait dengan komoditas hortikultura, seperti bawang merah dan cabai merah.
Dampak El Nino pada Komoditas Hortikultura
Dian Ayu Yustina menjelaskan bahwa setiap kenaikan indeks El Nino sebesar 11 poin dapat menyebabkan kenaikan harga bawang merah dan cabai merah sekitar 2 persen. Meskipun demikian, kenaikan inflasi akibat risiko El Nino masih dalam sasaran inflasi yang ditetapkan Bank Indonesia, yaitu 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen.
Bank Mandiri meyakini bahwa dampak inflasi akibat El Nino masih dapat dikelola dengan baik. Meskipun terdapat potensi kenaikan inflasi akibat fenomena ini, tetapi Bank Mandiri siap untuk menghadapinya dengan strategi yang tepat.


