IHSG Menguat di Tengah Pasar Cermati Sentimen Global dan Domestik
Pada Kamis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat di tengah pelaku pasar yang memperhatikan sentimen global dan domestik. IHSG dibuka naik 37,05 poin atau 0,56 persen ke posisi 6.632,83. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga naik 3,30 poin atau 0,51 persen ke posisi 655,17.
Sentimen dari Tingkat Global dan Domestik
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat pasar berhati-hati, terutama setelah AS dan Iran terlibat dalam eskalasi konflik. Di sisi lain, investor juga memperhatikan kebijakan moneter global dan data ekonomi AS yang beragam.
Perkembangan data ekonomi AS, terutama data tenaga kerja dan inflasi, menjadi sorotan utama bagi pasar. Investor cenderung berhati-hati mengingat adanya lonjakan yield obligasi pemerintah di berbagai negara yang bisa mempengaruhi kebijakan suku bunga.
Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Di dalam negeri, pemerintah menetapkan asumsi dasar ekonomi makro dalam RAPBN 2027 dengan target pertumbuhan ekonomi 6,0 persen, inflasi 2,5 persen, nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar AS, dan lain sebagainya. Target pertumbuhan ekonomi tersebut mencerminkan ambisi untuk mengakselerasi ekonomi dari pola pertumbuhan sekitar 5 persen.
Bagi pasar saham regional Asia, pagi ini terjadi berbagai pergerakan di berbagai indeks, seperti Nikkei, Shanghai, Kospi, Hang Seng, dan Straits Times.
Dengan berbagai dinamika pasar yang terjadi baik di tingkat global maupun domestik, IHSG tetap menjadi fokus investor untuk mencermati peluang dan risiko yang ada dalam melakukan transaksi saham.


